Tanya Dokter

  • Sulit untuk membaca dan hitung-hitungan

  •  Fadhillah
    Anggota
    Selamat malam, saya mau tanya dok semenjak saya lulus sd dan mulai masuk smp saya selalu merasa kesulitan saat mengerjakan soal matematika dan bahkan saya sering kesulitan menghitung matematika dasar,sampai nilai pelajaran lainnya menurun dan dianggap bodoh oleh teman-teman padahal saya sudah ikut les,dan saat saya masuk sma saya semakin kesulitan untuk memahami bacaan dalam buku..dan jika membaca tulisan,tulisannya seperti kabur.. Dan Jika ada orang yang sedang menjelaskan harga barang dan yang berhubungan dengan uang saya harus mencerna kata2nya sampai kepala saya pusing padahal sebenarnya tidak sulit untuk dipahami..jadi karna itu saya takut sekali jika ada orang bertanya hitung2an ke saya sampai saya berkeringat dan saya selalu dimarahi karna kalau menulis saat di dikte saya selalu paling lamban. Yang ingin saya tanyakan apakah benar yang saya jelaskan diatas termasuk penyakit disleksia?? Kalau benar,bagaimana cara menanganinya? Mohon bantuannya terima kasih

    Hallo Fadhillah

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Sebenarnya anda harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan gangguan disleksia. Disleksia merupakan suatu gangguan proses belajar, dimana seseorang mengalami kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi bagaimana kata-kata yang diucapkan harus diubah menjadi bentuk huruf dan kalimat, dan sebaliknya. Gangguan ini memang sering ditemukan pada usia kanak-kanak atau terkadang baru ditemukan pada usia remaja. Kondisi ini merupakan kondisi yang terjadi seumur hidup dan penyebabya belum diketahui secara pasti. Gejala disleksia ini bervariasi sehingga kadang sukar diidentifikasi. Gejala yang mungkin muncul pada usia kanak-kanak antara lain:

    • Kesulitan memproses dan memahami apa yang didengarnya.
    • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
    • Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
    • Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
    • Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
    • Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan pada a
    • Kesulitan mengeja, misalnya huruf “d” sering tertukar dengan huruf “b”, atau angka “6” dengan angka “9”
    • Lamban dalam menulis, misalnya saat didikte atau menyalin tulisan.
    • Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
    • Memiliki kepekaan fonologi yang rendah. Contohnya, mereka akan kesulitan menjawab pertanyaan “bagaimana bunyinya apabila huruf ‘b’ pada ‘buku’ diganti dengan ‘s’?”

    Untuk menentukan anak mengalami gangguan disleksia atau tidak, tentu harus berdasarkan pemeriksaan dokter. Dokter biasanya akan menilai tumbuh kembang seseorang sesuai umurnya, kemudian harus dilakukan pemeriksaan pendengaran atau penglihatan untuk mencari kemungkinan penyebab gangguan yang dapat membuat kemampuan menulis dan membaca pada seseorang terganggu. Selain itu juga perlu dilakukan penilaian psikologis penderita.

    Kondisi yang anda alami sendiri lebih terkait dengan kemampuan menghitung atau kemampuan matematika anda. Jika dianalisis, maka kondisi ini sedikit berbeda dengan disleksia, dimana pada gangguan ini yang terjadi adalah kesulitan dalam membaca dan menulis. Terdapat sebuah gangguan yang disebut dengan diskalkulia atau gangguan belajar mate-matika. Gangguan ini merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran terkait dengan proses perhitungan atau memahami segala hal yang berhubungan dengan matematika. Mulai dari memproses suatu perhitungan matematika, memahami konteks masalah matematika dan menghubungkan suatu permasalahan matematika, juga banyak hal yang menjadi bagian dari diskalkulia ini. Sama seperti disleksia, perlu penilaian dan serangkaian tes dalam menentukan seseorang mengalami diskalkulia atau tidak. Bisa saja kedua kondisi ini terjadi secara bersamaan.

    Penanganan yang dilakukan untuk anak dengan disleksia biasanya dilakukan baik di rumah, pada tempat belajar resmi (sekolah) atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Yang pasti adalah seseorang dengan gangguan ini membutuhkan perhatian yang lebih dari orang tua atau orang terdekat mereka. Orang tua memiliki peranan yang penting dalam melatih dan meningkatkan kemampuan baca tulis penderita dileksia, proses ini juga harus dilakukan dengan sabar. Sedangkan untuk anak diskalkulia, mereka membutuhkan proses pembelajaran yang berbeda mengenai hal yag berhubungan dengan matematika, perlu pengulangan lebih dan juga metode yang berbeda.

    Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter kejiwaan untuk menilai kondisi yang anda alami

    Semoga jawaban ini membantu.

     

    dr. Aldy Valentino