Tanya Dokter

  • kemungkinan terkena sifilis tanpa berhubungan intim

  • Dok mw nanya, apakah pria bsa terkena sipilis tampa berhubungan sex?

    Hai Ngahnoy, Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis memang terutama ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman (tanpa pengaman/kondom), baik melalui seks vaginal, seks oral maupun seks anal. Selain melalui hubungan intim, sifilis dapat pula menular melalui paparan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah. Penggunaan jarum suntik bersama-sama dapat menularkan sifilis, yaitu pada pengguna narkoba suntik, pembuatan tato, menindik telinga dan sebagainya. Selain itu sifilis dapat pula menular dari ibu kepada bayi yang dikandungnya. Namun sifilis tidak dapat menular melalui aktivitas berikut ini:

    • Memakai toilet yang sama
    • Berbagi peralatan makan
    • Memegang gagang pintu yang sama
    • Memakai kamar mandi atau kolam renang bersama-sama
    Artikel berikut ini memuat informasi yang terkait: Sifilis Demikian semoga bermanfaat. dr. Muliani Sukiman

    Ngahnoy Noykers  Faldias Fiqroh
    Anggota

    Siang dok. Saya umur 32 thn saya mengalami keluaran cairan putih kental n skrng keluae warna hijau putih tapi kalau buag air kcl sakit n warna hijau putih it sering kluar sendri n pa obatnya ?

    Faldias Fiqroh November 30, 2016 at 12:20 pm Siang dok. Saya umur 32 thn saya mengalami keluaran cairan putih kental n skrng keluae warna hijau putih tapi kalau buag air kcl sakit n warna hijau putih it sering kluar sendri n pa obatnya ?
    Hai Faldias, Keluhan yang Anda alami kemungkinan disebabkan oleh uretritis, yaitu peradangan pada uretra (saluran yang menghubungkan lubang kencing dengan kandung kemih). Gejala yang dapat timbul pada uretritis antara lain:
    • keluar cairan dari penis yang berwarna bening, putih, kuning, kehijauan, atau coklat, dapat pula bercampur dengan darah
    • nyeri saat buang air kecil
    • gatal pada saluran kencing
    • sakit pada penis atau testis
    • dan sebagainya
    Uretritis seringkali dikaitkan dengan penyakit menular seksual/PMS, meskipun faktor lain di luar PMS dapat pula menyebabkan terjadinya uretritis. Berdasarkan penyebabnya uretritis dapat digolongkan menjadi 2:
    1. Uretritis gonore, yaitu uretritis yang disebabkan oleh penyakit gonore. Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Uretritis gonore mencakup 20% dari seluruh kasus.
    2. Uretritis non-gonore, yaitu uretritis yang diakibatkan oleh faktor penyebab yang lain di luar gonore. Berbagai PMS dapat menjadi penyebabnya, seperti klamidia, trikomoniasis, infeksi HPV/human papilloma virus, infeksi HSV/herpes simplex virus dan sebagainya. Penyebab di luar PMS dapat pula memicu uretritis non-gonore, seperti pemasangan kateter, trauma penis dan lain-lain. Uretritis non-gonore mencakup 80% dari keseluruhan kasus uretritis.
    Untuk dapat menentukan pengobatan yang tepat bagi Anda tentunya terlebih dahulu harus dipastikan penyebabnya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, baik melalui pemeriksaan fisik maupun tes penunjang jika diperlukan (seperti tes sampel cairan penis, tes darah dan sebagainya). Dengan demikian penyebabnya dapat diidentifikasi sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan bagi Anda sesuai dengan kondisi dasarnya. Berikut ini anjuran yang dapat Anda lakukan:
    • Menjaga kebersihan area kelamin
    • Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat, serta menggantinya secara teratur
    • Tunda melakukan hubungan intim selama keluhan belum teratasi
    • Hindari kontak seksual berisiko atau berganti-ganti pasangan
    • Lakukan pengobatan bersama-sama dengan pasangan untuk menghindari terjadinya efek ping-pong (kembali saling menularkan)
    Diskusi berikut ini membahas topik yang serupa: Keluar cairan dari penis Demikian semoga bermanfaat. dr. Muliani Sukiman