Tanya Dokter

  • Dosis tepat pemberian antibiotik pada anak

  •  Lala Herianto
    Anggota
    Dok, saya ingin bertanya. Keponakan saya masih berusia 16 bulan terserang batuk pilek selama 3 hari belum sembuh, hingga susah tidur. Kebetulan didekat rumah ad bidan yg terkenal obatnya ampuh. Waktu saya cek, saat pembuatan puyer, bidan tersebut sudah memberikan antibiotik kapsul didalamnya. Namun masih memberikan antibiotik lg berupa sirup. Apakah bahaya dok jika pemberian doble antibiotik pada anak usia tersebut? Dikarenakan jika diperiksakan pada tenaga medis yg lain lama sembuhnya, namun jika pada bidan tersebut tergolong cepat sembuhnya. Terima kasih

    Hai Lala,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Masing-masing tenaga kesehatan memiliki ranah kompetensinya masing-masing yang tidak bisa digeneralisasi. Seorang bidan merupakan tenaga kesehatan yang kompeten dalam menangani persalinan. Terkait pemberian obat-obatan, bidan hanya dibatasi memberikan suplemen pada ibu hamil, obat-obatan bebas (yang tidak harus diperoleh dengan resep dokter), atau obat-obatan awal sebagai penanganan kegawat-daruratan pada persalinan sebelum dirujuk ke dokter spesialis kandungan. Jadi, perlu diperjelas dulu, obat apa saja yang bidan tersebut berikan pada anak Anda? Apakah benar sudah diberikan sesuai kompetensinya?

    Beberapa jenis penyakit pada anak memang bisa memerlukan kombinasi antibiotik, beberapa contohnya adalah Tuberkulosis, bronkhitis, pneumonia, dan sebagainya. Namun, pemberian antibiotik ini sesungguhnya bukanlah kompetensi bidan. Selain itu, untuk menegakkan diagnosis penyakit-penyakit di atas, tidak cukup dilakukan hanya berdasarkan wawancara dan pemeriksaan fisik biasa, melainkan juga harus dibarengi dengan beberapa pemeriksaan penunjang, misalnya laboratorium, tes Mantoux, atau rontgen. Lantas pemeriksaan apa saja yang sudah pernah anak Anda jalani sebelum diberikan terapi tersebut?

    Di samping kemungkinan penyebab di atas, batuk pilek yang tidak kunjung sembuh pada anak mungkin juga disebabkan oleh berbagai kondisi berikut:

    • Alergi, misalnya karena dingin, serbuk bunga, tungau debu, bulu hewan
    • Asma bronkhiale (asma)
    • ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), misalnya rhinitis, sinusitis, tonsilitis, faringitis)
    • Gejala prodromal infeksi lainnya, misalnya campak, demam dengue, varicella (cacar air), dan sebagainya

    Tidak semua penyakit di atas memerlukan antibiotik sebagai penanganannya. Karenanya, kami sarankan, Anda percayakan kesehatan anak Anda pada ahlinya. Jika anak Anda sakit, Anda bisa memeriksakannya ke dokter umum atau dokter spesialis anak. 

    Selain itu, untuk membantu mempercepat penyembuhannya, Anda bisa juga lakukan tips berikut:

    • Jauhi anak dari paparan alergen, misalnya dingin, serbuk bunga, tungau debu, bulu hewan
    • Isolasi orang dewasa yang sedang sakit menular agar tidak menularkan ke anak
    • Jaga ventilasi dan sanitasi lingkungan sekitar anak
    • Beri anak ASI dan MP-ASI yang bergizi, kaya akan vitamin C
    • Perbanyak beri anak air putih hangat
    • Biarkan anak banyak beristirahat
    • Untuk membantu megencerkan lendir di saluran napasnya, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sebelum pukul 9

     

    Artikel berikut mungkin berguna bagi Anda:

    Jangan sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    Bidan: petugas mulia kepercayaan ibu

    Batuk pada anak

    Pilek pada anak

     

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah