Tanya Dokter

  • lamanya menstruasi lebih panjang setelah kuretase

  • Dear Dokter,

     

    Dok, ini haid ke-3 saya pasca kuret. Tetapi selama 3 kali siklus haid itu durasinya lebih panjang. Sebelum kuret lama haid saya rata-rata 7-8 hari, sudah bersih. Tetapi pasca kuret ini jadi keluar darah sampai hari ke-7 (sedikit sih) setelah itu keluar (maaf) flek coklat seperti keputihan hanya warnanya coklat, kadanga seperti lendir warna coklat (warna coklat muda, bukan gelap).

    Ini wajar ga yah, Dokter? 

     

    Terimakasih atas jawabannya, Dok..

     

    Ira (27)

    Hai,

    Menstruasi normalnya berlangsung selama 2-5 hari, banyaknya sekitar 30-70 ml (sekitar 3-5 pembalut per hari, tergantung jenis pembalut dan kebiasaan tiap perempuan, jumlah ini bisa bervariasi) dan memiliki jarak antarhaid sekitar 21-35 hari. Pascakuretase, seorang perempuan dapat mengalami menstruasi yang lebih deras/lebih lama daripada biasanya -- kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa kali menstruasi. Jika terdapat gejala demam, nyeri perut bawah, keputihan berbau/berwarna hijau/tidak biasa, konsultasikan segera ke Dokter karena adanya kemungkinan infeksi rahim/radang panggul.

    Kadang, pada beberapa perempuan menstruasi dapat berlangsung lebih dari 5 hari, namun jarang ada yang berlangsung sampai lebih dari 10 hari -- kondisi ini mungkin masih normal apabila terjadi secara teratur. Flek berwarna coklat pada dasarnya merupakan darah haid juga, hanya saja darah tersebut sempat tertimbun cukup lama di dalam rahim sehingga warnanya berubah menjadi lebih gelap. Kadang, apabila tertimbun sedemikian lama darah flek dapat menjadi kehitaman. Warna darah flek tersebut tidak bermakna secara klinis; yang lebih bermakna ialah apakah flek tersebut terjadi di luar siklus haid atau tidak. Sebab jika terjadi di luar siklus haid, mungkin memang terdapat masalah di organ kandungan, gangguan hormonal atau gangguan pembekuan darah yang mendasari.

    Untuk memastikan apakah kondisi yang Anda alami masih tergolong normal atau tidak, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Ahli Kandungan (Sp. OG). Mungkin diperlukan pemeriksaan spekulum, tes darah dan USG untuk menunjang diagnosis. Setelah penyebabnya jelas, barulah penanganan yang tepat bisa diberikan.

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma