Tanya Dokter

  • durasi penyuntikan verorab

  •  AFIFAHRO2908
    Anggota

    Pagi dokter, Setelah 3 hari mencari vaksin akhirnya saya dapat. Permasalahannya dokter anak yg menyuntikan vaksin hanya memberikan d bag paha kanan saja. Sedangkan ini saya baca mestinya d berikan d paha kanan dan kiri pasien. Bagaimana kalo spt ini ? Dan vaksin ini d jual bebas ndk karena kalo harus mengulang tempat yg ada terlalu jauh dari tempat tinggal saya sekarang.

    AFIFAHRO2908  dr. Rico N
    Dokter

    Halo, Verorab merupakan vaksin rabies. Pemberiannya akan berbeda tergantung tujuanya, apakah sebagai pre-exposure prophylaxis (pencegahan sebelum paparan / sebelum tergigit) ataukan sebagai post-exposure prophylaxis (setelah terpapar / tergigit). Pada pre-exposure, biasanya vaksin diberikan pada hari ke 0, 7, dan 21 / 28, booster pertama 1 tahun kemudian dan setiap 5 tahun. Jika tujuannya puntuk post-exposure :

    • Pada yang belum pernah diimunisasi, imunisasi tidak lengkap, atau booster terakhir > 5 tahun : maka diberikan 5x pada hari ke 0, 3, 7, 14, dan 28
    • Pada pasien yang sebelumnya telah diimunisasi lengkap (kurang dari 5 tahun dari suntikan terakhir) maka cukup diberikan 2 kali di hari ke 0 dan 3. (masing-masing sekali saja)
    Jika merujuk pada anjuran pemberian dari pabrik pembuatnya maka vaksin ini harus diberikan secara suntikan intra muskular (ke dalam otot) area deltoid/bahu pada dewasa dan paha sisi depan luar pada bayi/balita. Tidak boleh di pantat, dan tidak boleh secara intradermal / ke dalam kulit. Tidak ada keharusan harus diberikan pada kedua sisi paha. Yang jadi masalah, adalah justru jika melihat panduan dari WHO mengenai profilaksis post exposure akan ada beberapa rute yang diperbolehkan :
    1. Pemberian suntikan ke otot pada hari ke 0, 3, 7, 14, dan 30 dengan cara yang saya sebutkan diatas (masing-masing sekali saja)
    2. Pemberian suntikan multilokasi : 2-1-1, dosis pertama (hari 0) pada bahu/deltoid tangan kanan dan kiri atau paha kanan-kiri pada bayi dan anak, serta 1 dosis pada hari ke 7 dan 21 (masing-masing sekali saja).
    3. Pemberian suntikan intradermal / ke dalam kulit, (yang justru tidak direkomendasikan oleh pabrik pembuat) dengan cara pemberian pada 2 lokasi kulit yang berbeda : 2-2-2-0-1-1.
    Jadi saya rasa yang anda baca mungkin adalah cara penyuntikan untuk profilaksis post exposure dengan teknik suntikan multilokasi. Jadi jika ini merupakan profilaksis pre-exposure maka yang dilakukan dokter anak anda sudah tepat, dan jika ini adalah suatu upaya profilaksis post-exposurem maka cara inipun benar jika menggunakan cara/teknik di poin 1. rabies demikian yang dpaat saya sampaikan, semoga bemanfaat.