Tanya Dokter

  • epilepsi

  •  Nana Bocor
    Anggota

    ass.sy py seorang anak usia 17th saat ini.sblmnya anak sy sering mengalami pusing terus setiap hari dan cpt cape.ini berlangsung kurang lbh 2thn(2013-2014).setelah berobat diagnosa dokter TB kelenjar.tp anak sy belakangan ini sering kejang.sampai dokter bilang EPILEPSI.yg ingin sy ty kan 1.apakah dengan mengkomsumsi PENITOIN dan PHENOBARBITAL 50mg tidak mengganggu pungsi otak anak sy. 2.apakah ke2 obat tsb dapat membuat kedua bola matanya kuning trims .

    Halo, Epilepsi merupakan gangguan penghantaran saraf yang dapat menyebabkan kejang. Kejang pada penderita epilepsi harus diobati karena dapat membahayakan nyawa jika dibiarkan. Kejadian kejang berisiko menyebabkan jatuh, tenggelam atau kecelakaan saat berkendaraan. Kejang pada epilepsi dapat dikendalikan dengan obat anti epilepsi. Bahkan ada penderita yang dapat mengalami bebas kejang selama bertahun-tahun saat mengonsumsi obat antiepilepsi. Obat antiepilepsi yang saat ini banyak digunakan adalah fenitoin dan fenobarbital. Dokter akan meresepkan obat sesuai dengan usia, kondisi medis dan frekuensi kejang yang terjadi. Dokter juga akan mempertimbangkan manfaat dan risiko masing-masing obat. Jika manfaat suatu obat lebih besar dari risiko efek sampingnya maka obat tersebut dapat diresepkan. Jika obat antiepilepsi tidak diberikan, epilepsi menjadi tidak terkontrol, akan dapat berisiko menimbulkan (walaupun jarang)komplikasi serius yang disebut status epileptikus, suatu keadaan yang dapat menyebabkan kerusakan otak.Karena itu, epilepsi yang tidak diobati malah berisiko mengganggu fungsi otak. Efek samping fenobarbital yang umum dijumpai adalah:

    • pusing, gelisah, sakit kepala
    • nafsu makan berkurang, mual, muntah                                                         Beritahukan dokter anak Anda jika muncul efek samping yang jarang seperti penglihatan double, depresi, gangguan mood atau gejala-gejala lain yang muncul setelah konsumsi obat.
    Efek samping fenitoin yang umum dijumpai adalah:
    • sakit kepala, mual, muntah, konstipasi
    • sulit tidur, gelisah
    • gusi bengkak atau berdarah.                                                                     Beritahukan dokter anak Anda jika muncul efek samping yang lebih jarang yaitu bingung, kedutan, penglihatan kabur/berbayang, ruam di kulit dan nyeri sendi atau gejala-gejala lain yang muncul setelah konsumsi obat.
    Jika efek samping yang muncul dibicarakan dengan dokter, kadang-kadang dapat dilakukan penyesuaian obat baik dosis maupun jenis obat yang diminum. Respons setiap orang terhadap obat juga dapat berbeda-beda.Oleh karena itu, komunikasi dengan dokter yang merawat sangat penting. Kuning baik di mata maupun kulit (ikterus) dapat timbul pada keadaan keracunan fenitoin yang muncul pada kadar fenitoin tertentu di dalam darah, sehingga:
    • konsumsi obat-obatan sebaiknya dibawah pengawasan dokter
    • tidak bisa mengatur obat maupun menyesuaikan obat sendiri tanpa sepengetahuan dokter yang merawat
    • teratur kontrol ke dokter sesuai jadwal
    • segera berkomunikasi dengan dokter mengenai perkembangan penyakit maupun efek samping obat jika ada
    Artikel berikut ini dapat dibaca: Epilepsi Semoga membantu Ibu, dr.Miranti Iskandar