Tanya Dokter

  • Cara mengatasi reaksi epilepsi yang disertai berteriak

  • selamat pagi. dok saya ingin menanyakan sesuatu. saya menderita epilepsi setelah mengalami stuep. 36 jam baru sadar. saya mengalaminya pada umur 0,5 tahun. sekarang usia saya 17 tahun. jadi, saya sudah mengkonsumsi obat dokter 16 tahun. akhir-akhir ini penyakit saya kambuhnya tidak seperti biasanya. biasanya hanya pingsan. tapi, akhir-akhir ini pingsan disertai berteriak. apa penyebabnya? bagaimana cara mengatasinya?

    terima kasih.

    Halo, Epilepsi adalah kumpulan gejala akibat gangguan fungsi otak akibat pelepasan muatan listrik abnormal dari sel saraf yang terjadi secara tidak terduga dan tidak teratur. Secara umum serangan/bangkitan dalam epilepsi dibagi menjadi 2, yaitu bangkitan umum dan bangkitan parsial. Bangkitan umum

    • Bangkitan ini terjadi bula terdapat aktivasi pada kedua otak (kanan dan kiri).
    • <span style="line-height: 1.5;">Bangkitan umum, pada umumnya disertai dengan </span>kehilangan kesadaran.
    Bangkitan parsial/fokal
    • Bangkitan ini terjadi pada daerah tertentu dari otak. Biasanya disertai dengan gejala dari gerakan otot, merasa panas atau dingin, dan dapat juga disertai rasa mual, muntah, dan berkeringat yang banyak.
    • Pada bangkitan parsial sederhana, pasien tidak kehilangan kesadaran, sedangkan pada bangkitan parsial kompleks, terdapat gejala diatas, ditambah dengan kehilangan kesadaran.
    Penyebab epilepsi Salah satu jenis serangan umum, yaitu bangkitan tonik-klonik (grand mal) mempunyai ciri-ciri penderita jatuh sambil menjerit atau berteriak, seluruh tubuh menjadi kaku, kemudian timbul gerakan tonik-klonik, kesadaran hilang saat penderita terjatuh. Pada salah satu jenis bangkitan umum, yaitu bangkitan lena atau disebut juga dengan absence seizure, terjadi gangguan sekitar beberapa detik/menit.Walaupun petit mal umumnya berhenti ketika usia 20 tahun, namun ada kemungkinan petit mal berkembang menjai grand mal. Gejala epilepsi Penting untuk menetapkan jenis bangkitan, karena jenis bangkitan menetukan terapi yang diterapkan oleh dokter. Karena itu perlu konsultasi dengan dokter spesialis saraf, apabila gejala bangkitan yang dialami berbeda dengan gejala bangkitan yang biasa dialami pada waktu sebelumnya. Prinsip penanganan epilepsi adalah dengan obat dan non-obat. Untuk penanganan tanpa obat adalah mengamati faktor pemicu, kemudian mengindarinya. Hal berikut mempunyai kemungkinan menjadi faktor pemicu epilepsi, yang dapat Anda hindari:
    • Stres
    • Kurang berolahraga
    • Konsumsi kopi atau alkohol
    • Waktu tidur yang tidak teratur
    • Terlambat makan
    Selain non-farmakologis, dapat juga dilakukan terapi dengan obat-obaan anti epilepsi. Jika dijumpai perubahan gejala bangkitan, ada baiknya Anda mengunjungi dokter spesialis saraf dimana Anda biasa periksa rutin. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menambahkan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan, kemudian dapat menentukan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi. Semoga membantu, dr. Agatha