Tanya Dokter

  • Penyebab keluar cairan kental setelah ereksi

  •  Morgan Leo
    Anggota
    pagi dok,umur saya 17 tahun dok. saya mau bertanya, mengapa ketika saya ereksi tiba tiba keluar cairan kental gitu dok ? itu kenapa yah dok? dan bagaimana cara mengatasinya dok ?. sekian pertanyaan dari saya dok, terima kasih.

    Hallo Morgan, terima kasih telah bertanya di Alodokter :')

    Penis merupakan organ intim yang didalamnya terdiri dari susunan pembuluh darah. Saat ereksi, ukuran dan konsistensi seluruh bagian penis tentunya mengalami perubahan menjadi lebih besar dan keras lebih dari biasanya. Hal ini terjadi karena terperangkapnya darah pada anyaman pembuluh darah sinus (kavernosum dan spongiosum) yang terdapat di penis pada saat pembuluh darah - pembuluh darah tersebut mengalami pelebaran atau pembesaran ketika menerima rangsangan.

    Disaat yang bersamaan ketika tubuh menangkap adanya stimulus atau rangsangan, timbullah ereksi yang disertai dengan diproduksinya cairan bening dari organ reproduksi pria lainnya seperti epididimis, vas deferens maupun prostat. Cairan inilah yang biasanya sedikit ikut keluar saat ereksi yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual. 

    Yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah cairan kental yang keluar saat anda ereksi lebih mirip seperti air mani yang mengandung sperma dengan karakterisktik kental, berbau amis dan berwarna putih keabuan ? atau berupa cairan putih bening yang tidak berbau, tidak kental dan tidak berwarna ?

    Jika cairan yang keluar saat ereksi lebih mirip dengan karakteristik air mani, mungkin keluhan yang anda alami adalah gejala dari ejakulasi dini.

    Diperlukan penggalian yang lebih mendalam lagi mengenai keluhan dan riwayat kesehatan yang anda alami. Selain itu diperlukan juga pemeriksaan fisik secara langsung maupun pemeriksaan analisis cairan sperma untuk dapat menegakkan diagnosis pasti keluhan yang anda alami. Oleh karena itu, sebaiknya periksakan kondisi kesehatan anda ini ke dokter, agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

    Semoga bermanfaat

    - dr. Lia N. Amalina