Tanya Dokter

  • Beberapa fase demam berdarah

  •  dwenass
    Anggota

    Ali dok.sy mw tanya.suami sy demam tinggi di mulai hari minggu.masuk RS hari senin - rabu msh demam kemudian di sertai mimisan.awalnya diagnosa dokter terkena type sebab DBD negatif dgn trombosit 161rb.karena mimisan di sarankan untuk ke THT.dan kata dokter terkena sinusitis pembuluh darah di hidung pecah,maka terjadi mimisan.setelah di beri obat.suhu badan turun tidak demam lagi.mimisan pun hilang.esok harinya sudah hari kelima timbul bercak bercak merah di badan.kemudian tes darah ulang hasilnya trombosit turun menjadi 80rb.dan untuk memastikan positif tidaknya DBD kembali tes darah ulang.ternyata positif dengan trombosit 41 rb.itu sudah hari ke 6.yg jadi pertanyaan saya.ini termasuk fase kritis atau fase penyembuhan.sebab demam sudah turun sejak hari ke 4 dan merasa lbh sehat.akan tetapi trombositnya menurun...dan apa yang harus di lakukan agar trombosit nya naik.... Tolong jawabannya ya dok. Terimakasih dok...

    Hai, Demam berdarah dengue memiliki beberapa fase dalam perjalanan penyakitnya, yaitu:

    1. Fase pra-infeksi - disini penderita akan merasakan pegal-pegal, badan lemas, lesu, tak nafsu makan, mungkin sudah ada sedikit demam
    2. Fase demam - penderita akan mengalami demam tinggi mendadak selama 2-7 hari, biasanya berpola sebagai "demam beberapa hari, suhu turun beberapa hari, demam kembali beberapa hari"; penderita umumnya merasakan sakit otot/tulang, sakit kepala, kadang nyeri ulu hati dan tak nafsu makan. Bisa ditemukan bintik-bintik merah / mimisan / perdarahan lainnya pada fase ini.
    3. Fase kritis / penyembuhan - saat demam mulai menurun, apabila masuk ke fase kritis, akan terjadi gangguan tekanan darah dan tanda vital lainnya seperti laju nadi; disini penderita perlu dipantau ketat dan didukung dengan pemberian cairan melalui infus. Bila tanda-tanda vitalnya baik, maka bisa dikatakan bahwa penderita telah masuk ke fase penyembuhan.
    Penurunan trombosit berkaitan dengan keparahan penyakit, yaitu kebocoran cairan dari pembuluh darah. Dengan adanya penurunan nilai trombosit dan peningkatan nilai hematokrit, bisa dianggap bahwa masih terjadi kebocoran cairan; makanya penderita DBD biasanya diinfus dan dianjurkan minum banyak (cairan cukup bisa diketahui dari banyaknya urin yang dihasilkan). Kebocoran ini akan berhenti dengan sendirinya sesuai perjalanan alamiah penyakit. Bila terjadi kebocoran hebat, maka akan terjadi gangguan tekanan darah dan tanda vital lainnya; sehingga pasien perlu dipantau ketat. Lamanya penurunan trombosit bervariasi pada setiap orang, namun umumnya berkisar antara 3 - 10 hari sejak demam timbul. Biasanya akan terjadi penurunan tajam sementara saat demam mereda. Sampai saat ini, belum terdapat bukti-bukti bahwa ada obat-obatan yang dapat meningkatkan jumlah trombosit pada pasien DBD. Karena, umumnya trombosit memang akan naik secara alami sesuai perjalanan penyakitnya. Obat-obatan herbal / buah seperti jambu, daun pepaya, durian dan sebagainya seakan-akan meningkatkan trombosit mungkin karena kebetulan diberikan saat demam mulai mereda (yaitu dalam beberapa hari trombosit meningkat dengan sendirinya seperti perjalanan alamiah yang telah disebutkan di atas). Kalaupun memang betul meningkatkan trombosit, obat-obatan tersebut mungkin tidak menutup kebocoran cairan (yang berarti obat hanya murni meningkatkan produksi trombosit saja). Sehingga bisa terjadi salah kaprah karena pasien minta pulang / cabut infus semata-mata dari hitung trombositnya saja dan bukan dari berhentinya kebocoran cairan ini. Sejatinya, diperlukan pemeriksaan dan penilaian dari Dokter sebelum pasien diperbolehkan pulang. Sekian, mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat. dr. Radius Kusuma