Tanya Dokter

  • Kaitan gangguan kecemasan dengan nyeri dada

  • Assalammualaikum dok... Mohon informasi nya dok... Apa hubungan gangguan psikologis atau kecemasan dengan nyeri dada? Dan bagaimana membedakan nyeri dada akibat sakit jantung atau hanya karna gangguan psikologis aja? Trims dok..

    Halo Rŏññý RõñăĽđi, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Gangguan psikiatrik seperti gangguan cemas, gangguan panik, gangguan psikosomatik, depresi, dan lain-lain memang seringkali menimbulkan gejala-gejala gangguan fisik, salah satunya nyeri dada. Berikut ini adalah beberapa gejala fisik lain yang dapat ditimbulkan oleh gangguan-gangguan psikiatrik:

    1. mual, nyeri perut, gangguan pencernaan
    2. sulit menelan
    3. rasa lelah setiap saat, tidak bisa bersantai, mudah terkejut
    4. sulit tidur dan mudah terbangun dari tidur
    5. merasa gemetar, banyak berkeringat
    6. pusing, sesak nafas
    7. sakit kepala dan nyeri otot

     

    Seringkali gejala fisik yang muncul amat menakutkan hingga menyebabkan seseorang datang ke rumah sakit karena terasa seperti mengalami serangan jantung. Nyeri dada yang terjadi akibat gangguan psikiatrik memang dapat terasa seperti nyeri dada pada serangan jantung, namun berikut ini adalah beberapa gejala khas nyeri dada akibat serangan jantung yang dapat membedakan dengan nyeri dada akibat gangguan psikiatrik:

    1. Nyeri biasanya dideskripsikan sebagai rasa tidak nyaman di dada sebelah kiri seperti diikat, ditindih benda berat, dada terasa penuh dan sesak
    2. Nyeri muncul saat melakukan aktivitas fisik terutama aktivitas fisik yang berat
    3. Nyeri dapat menjalar ke leher kiri, rahang, bahu, serta lengan kiri
    4. Nyeri dapat juga disertai dengan mual, keringat dingin, sesak nafas, pusing, dan jantung berdebar-debar
    5. Pada serangan yang ringan, nyeri dapat menghilang dengan beristirahat atau minum obat nitrat, pada serangan yang berat nyeri tidak akan menghilang dan dapat disertai dengan gangguan kesadaran.
    6. Biasanya terdapat faktor-faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, merokok, riwayat keluarga yang mengalami serangan jantung juga.

     

    Nyeri dada akibat gangguan psikiatrik tidak selalu memiliki ke-khasan tersebut. Namun untuk dapat membedakan lebih pasti, diperlukan pemeriksaan seperti EKG dan pemeriksaan enzim jantung. Bila terdapat perubahan abnormal pada EKG disertai dengan peningkatan enzim jantung, kemungkinan nyeri dada yang dialami adalah akibat serangan jantung. Biasanya untuk mendiagnosis nyeri dada merupakan nyeri dada akibat gangguan psikiatrik, dokter akan menyingkirkan kemungkinan nyeri dada yang terjadi akibat gangguan organik seperti serangan jantung terlebih dahulu.

     

    Sekian informasi dari saya, semoga bermanfaat.

     

    dr. Irna Cecilia