Tanya Dokter

  • Ciri-ciri gangguan sleep paralysis

  •  cindyyy
    Anggota
    Dok, tiap kali saya tidur atau terbaring di tempat tidur saya merasa badan saya entah bagaimana rasanya saya sulit menjelaskan, badan saya seperti merinding, desiran darah saya semakin cet rasanya seperti orang yang sedang shock, lalu saat saya mencoba untuk tidur badan saya seperti bagian tangan, jemari, kaki melemas dan seperti kesemutan..saya merasa seperti ada yg ingin mengendalikan tubuh saya. Saya tertidur karena saya sudah sangat mengantuk dan lelah lalu saat saya tertidur saya dapat merasa tubuh saya bergerak sendiri. Lalu saya bangun dan berjalan mondar mandir untung menghilangkan perasaan itu. Saya kembali tidur dengan posisi yang berbeda tapi saya merasakannya lagi. Seperti saya bermimpi tapi saya dapat melihat sekeliling saya karena memang mata saya terbuka tapi pandangan saya tiba-tiba memerah lalu saya menyadarkan diri saya. Hal ini terus terjadi sampai saya akhirnya membangunkan saudara saya untuk menemani saya tidur. Lalu saya tidur di kasur yang berbeda. Rasanya sedikit berubah namun saya sesekali terbangun karena batuk sangat keras. Ini sudah terjadi dalam 4 hari. Kadang di siang hari saya dapat serangan seperti tadi (aliran darah yang kencang dan seperti merinding, rasa menggelitik di bagian dada sampai tenggorokan) saya jga merasa mual seperti ingin muntah dan banyak buang angin. Kejadian ini pertama kali terjadi sekitar sebulan yang lalu tapi tidak pernah terjadi lagi sampai saya merasakan ini lagi sekarang. Sekarang saya sedang merasakan tertekan karena orang tua saya sakit dan terkadang saya merasa kesepian. Apakah hal itu ada kaitannya dengan tekanan yang saya alami?apa kah ini termasuk sleep paralysis? Dan tindakan apa yang harus saya ambil dok? Saya belum berani bercerita pada keluarga karena tidak ingin membebani mereka dulu karena ayah saya yamg sakit.

    Cindy yang baik,

    ketika seseorang tertidur, berbagai fenomena medis dapat terjadi. Salah satunya ialah sleep paralysis. Pada kondisi yang sering kali dikenal banyak awam sebagai "ketindihan", penderita akan merasakan sensasi yang aneh saat dirinya terbangun dari tidur namun merasa alat geraknya sulit digerakkan, beberapa ada yang menggambarkannya sebagai kesemutan, beberapa secara lugas mengatakan rasa seperti lumpuh, bahkan sulit untuk bernapasa. Di luar unsur mistis, kondisi ini secara medis bisa terjadi karena ketidakseimbangan fase tidur dan fase bangun. Saat seseorang tertidur, ada tahapan tidur dari yang dangkal hingga tidur dalam. Tidur dalam ditandai dengan fase REM (Rapid Eye Movement) sehingga sering dikatakan pula sebagai tidur REM, yang dicirikan dengan bergeraknya mata di balik kelopaknya, secara bolak balik ketika seseorang sudah pulas tertidur. Pada fase ini gelombang otak memiliki polanya sendiri. Yang terjadi pada sleep paralysis ialah ketika tubuh seseorang sudah dalam keadaan "sadar" yang dibuktikan dengan terbukanya mata, namun kondisi otak sebagian masih berada dalam fase REM sehingga tampak seperti merasakan adanya kelainan pada anggota gerak. Kondisi ini biasanya terjadi bila dilatarbelakangi masalah psikologi, atau latihan yang terlalu keras.

    Selain sleep paralysis, kesemutan pada alat-alat gerak dapat disebabkan pula oleh masalah pada sistem saraf seperti misalnya Guillain-Barre Syndrome atau multipel sklerosis. Gejala diabetes pun salah satunya dikarakteristikan seperti rasa kesemutan. Tentunya sulit untuk mendiagnosis gejala hanya berdasarkan paparan keluhan semata. Oleh karenanya kami menyarankan Anda untuk menemui dokter apabila kondisi tak kunjung membaik. Berikut kami lampirkan artikel mengenai ketindihan. Semoga bermanfaat.

     

    dr. N. K. Arief