Tanya Dokter

  • benjolan yang timbul di dinding vagina

  •  fb-elvaalsya
    Anggota

    Hallo dok, saya ingin bertanya. Dugaan kasus, pada perempuan pernah sesekali ia masukan jari pada saluran vaginanya dan ditemukan benjolan (kira kira seukuran kelereng). Selain itu terdapat cairan putih kental pada area vagina namun tidak berbau. Apakah benjolan itu adalah tumor dan merupakan bakal kanker serviks? Lalu apa solusi untuk keluhan tersebut? Terimakasih dok.

    Hai Elva, Gejala yang Anda paparkan tersebut belum tentu terkait dengan kanker, dan dalam hal ini masih diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Kanker serviks sendiri dapat menimbulkan gejala berupa perdarahan di luar masa menstruasi atau setelah berhubungan seksual, menstruasi berlebihan, keputihan berwarna coklat dan berbau, dan sebagainya. Gejala-gejala ini berbeda dengan keluhan yang Anda paparkan di atas. Namun demikian, timbulnya benjolan pada vagina tetap perlu diwaspadai kemungkinan adanya keganasan, misalnya akibat kanker vagina. Pada dasarnya benjolan yang timbul di dinding vagina dapat diakibatkan oleh berbagai kemungkinan penyebab berikut ini:

    • Kista Bartholin (penyumbatan kelenjar Bartholin yang terletak di sisi kiri-kanan pintu vagina)
    • Miom Geburt
    • Kista vagina
    • Polip leher rahim
    • Kutil kelamin
    • Tumor
    • dan sebagainya
    Sedangkan keputihan berupa cairan putih kental dapat merupakan suatu kondisi yang normal maupun tidak. Keputihan yang normal akan memiliki ciri sebagai berikut: tidak berwarna (putih atau jernih), tidak berbau, dan tidak disertai dengan rasa gatal atau nyeri. Bila keputihan yang dialami memiliki ciri seperti ciri normal di atas maka hal ini dapat merupakan kondisi yang normal. Namun jika timbul gejala lain (seperti keputihan gatal, berbau, atau terasa nyeri) maka kemungkinan kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur, infeksi bakteri, ataupun penyakit menular seksual/PMS. Untuk memastikan penyebabnya sebaiknya konsultasikan kondisi ini dengan dokter spesialis kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang jika diperlukan (seperti tes cairan vagina, tes darah, USG dan sebagainya) untuk menganalisis penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi dasarnya. Berikut ini anjuran yang dapat dilakukan:
    • Menjaga kebersihan organ intim
    • Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat
    • Mengganti pakaian dalam secara teratur 2 kali sehari
    • Bersihkan dan keringkan area organ intim setiap kali sesudah ke toilet
    • Hindari penggunaan pembersih kewanitaan, pantyliner dan pembalut beraroma
    • Tunda melakukan hubungan intim selama keluhan belum teratasi
    Informasi berikut ini dapat berguna: Benjolan dalam vagina Cara mengatasi keputihan Demikian semoga bermanfaat. dr. Muliani Sukiman