Tanya Dokter

  • Gejala penyakit tbc kambuh

  •  Haidar Alam
    Anggota
    Selamat malam dok Saya pernah mengalami tbc dan pengobatan 9bulan hingga dinyatakan sembuh, 3hari yg lalu saya radang tenggorokan dan demam, kini demam dan radang tenggorokan sudah sembuh dengan obat dari puskesmas namun saya masih batuk sejak radang tersebut, hingga hari ini saya masih batuk tp tidak demam, yg saya takutkan bila saya memang tbc saya kambuh apa masih bisa di obati?

    Halo, terima kasih sudah bertanya di alodokter.com
    Batuk yang disertai dengan demam umumnya menandakan seseorang mengalami infeksi pada saluran pernapasan. Infeksi ini dapat bersifat akut atau pun kronis, serta dapat mengenai saluran pernapasan bagian atas (hidung, faring, trakea) ataupun bawah (laring, bronkus, bronkiolus, paru-paru, hingga alveolus). 
    Batuk merupakan salah satu bentuk pertahanan tubuh berupa reaksi saluran nafas untuk mengeluarkan benda asing dari dalam saluran pernafasan. Batuk umumnya terjadi akibat iritasi saluran nafas yang bisa disebabkan oleh :
    • Alergi
    • Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis, radang tenggorokan, laringitis, tuberkulosis, dll
    • Infeksi virus
    • Efek samping obat darah tinggi tertentu seperti captopril
    • Merokok
    • Iritasi saluran nafas
    • Pertusis

    Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh lebih dari 37.5 derajat celsius dengan pengukuran menggunakan termometer. Demam merupakan salah satu reaksi tubuh ketika  sistem kekebalan tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Berbagai keluhan lain dapat menyertai demam seperti sakit kepala, nyeri sendi, mual, menggigil,pusing, lemas/lemah, nyeri perut. Berbagai faktor dapat menyebabkan keluhan ini, diantaranya :
    • Infeksi bakteri atau virus seperti demam tifoid, demam berdarah dengue, malaria, influenza, radang tengggorokan, gastroenteritis, infeksi saluran kemih dan sebagainya
    • Dehidrasi

    TBC adalah penyakit infeksi yang menular yang disebabakan oleh Mycobacterium tuberculosis. TBC paling sering menyerang paru-paru, tapi dapat juga menyerang organ lain seperti tulang, otak, sistem pencernaan, kelenjar getah bening, dll.
    TBC biasanya menimbulkan gejala :
    - batuk lama ( lebih dari 2 minggu atau lebih)
    - batuk darah
    - demam lama
    - tidak nafsu makan
    - penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
    - nyeri pada dada saat menarik nafas
    - keringat pada malam hari

    Tidak semua kuman TB yang masuk langsung menyebabkan gejala, kondisi ini disebut tuberculosis laten.
    Untuk mendiagnosa seseorang mengalami TBC atau tidak perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan di dokter. Dokter akan menanyakan keluhan yang dialami, pemeriksaan fisik terutama  pemeriksaan pada paru, pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes dahak, foto rontgen, CT scan, dll.

    Penyakit TBC termasuk penyakit yang serius, namun TBC dapat disembuhkan secara total jika diobati dengan tepat, begitu juga dengan TBC yang kambuh lagi juga dapat diobati kembali. Pengobatan TBC adalah dengan mengkonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu. Kepatuhan pasien sangatlah penting dikarenakan lama pengobatan TBC yang memakan waktu selama berbulan-bulan. Masa penyembuhan pasien TBC juga tergantung dari kondisi pasien dan tingkat keparahan TBC yang dialami. Apabila pasien tidak minum obat sesuai anjuran dokter atau berhenti tanpa perintah dari dokter, maka kuman TB dalam tubuh tidak hilang secara total dan dapat menyebabkan kebal terhadap obat TB, sehingga akan semakin sulit untuk diobati.

    Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai dengan keluhan Anda, perlu diketahui sebelumnya penyebab keluhan Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab keluhan Anda. Oleh karena itu, saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

    Beberapa saran yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi keluhan batuk diantaranya:
    • Konsumsi air madu hangat yang dicampur dengan lemon
    • Tingkatkan konsumsi air putih, buah dan sayuran
    • Hindari merokok, asap rokok, tempat yang berdebu
    • Cukupi kebutuhan istirahat
    • Lakukan kompres dengan air biasa jika demam
    • Anda dapat mengkonsumsi obat penurun panas seperti parasetamol

    Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.
    Salam, dr.Sylvia