Tanya Dokter

  • Sering menggigil, apakah tifus kambuh?

  •  Maesty Utami
    Anggota
    Selamat malam dok, saya hari ini mengalami kondisi yg tdk enak pd badan sy. Di sore hari sy merasa hawa di rumah sangat dingin, sy pikir itu hal biasa karna hujan turun saat sore hari. Lalu menjelang magrib, sy merasa lbh kedinginan lg, sampai menggigil namun tdk panas / deman, tulang saya pegal2 semua, terasa tdk nyaman, membuat sy sulit tidur, lidah berwarna putih dan terasa pahit, perut terasa kembung. Apa itu gejala typus yg kambuh ya dok? Karna sy pernah di diagnosa typus positif (+) hingga titer 1/320 tp tdk opname. Bagaiman cara menangani nya selain periksa ke dokter/laborat? Terima kasih atas jawabannya dok

    Hallo Maesty Utami’

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Tifus (tipes) atau demam tifoid merupakan demam yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi, dimana bakteri ini umumnya menginfeksi tubuh melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi atau tidak dibersihkan secara baik. Penyakit ini menyerang saluran cerna, sehingga sering terjadi gangguan percernaan pada penderita demam tifoid (mual-muntah, diare, konstipasi, nyeri perut, buang air besar disertai darah, perut kembung). Sesuai dengan namanya, demam tifoid ini menyebabkan penderitanya mengalami demam hingga lebih dari satu minggu, bahkan demam dapat terjadi hingga 3 minggu. Demam akan naik pada sore dan malam hari kemudian akan mereda saat pagi hari (namun suhu tubuh tidak kembali normal), kemudian demam akan bertahap meninggi, seperti gambaran anak tangga (step ladder). Selain itu penderita demam tifoid juga akan mengeluhkan badan pegal dan sakit kepala. Kondisi yang anda jelaskan bisa saja merupakan gambaran demam tifoid. Namun anda perlu memahami, bahwa selain demam tifoid, infeksi virus atau bakteri lain juga bisa menimbulkan gejala yang harmpir serupa. Karena itu memang perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter secara langsung dan juga dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menilai kondisi anda. Pemeriksaan penunjang utama untuk menentukan infeksi salmonella ini adalah dengan melakukan kultur (pembiaan) kuman tersebut baik pada darah (minggu pertama sakit), feses (minggu kedua sakit), urine (minggu kedua atau ketiga sakit), dan cairan empedu (pada stadium lanjut penyakit). Memang ada tes lain yang dapat dilakukan untuk menilai infeksi kuman penyebab tifoid ini, yaitu pemeriksaan serologi dengan menggunakan tes cepat yang disebut tes Widal. Sebenarnya pemeriksaan ini tidak direkomendasikan karena hasil positif-palsu (kesalahan) cukup tinggi, namun masih sering dipergunakan karena pemeriksaannya mudah, cepat dan murah.

    Pemeriksaan widal ini dilakukan untuk menilai adanya antibodi (kekebalan tubuh) terhadap kuman Salmonela dengan cara mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dari salmonella dalam sampel darah. Tubuh kita akan membentuk antibodi jika terpapar kuman Salmonela typhi, baik kuman yg masuk secara alamiah dan menyebabkan sakit, kuman yg masuk namun tidak menunjukan gejala (karier) ataupun melalui vaksinasi. Meskipun anda sedang tidak sakit, namun pernah mengalami infeksi salmonella sebelumnya, pemeriksaan widal mungkin saja menunjukan hasil yang positif sama seperti pada orang yang mendapat vaksinasi tipoid. Pengambilan sampel pasien untuk pemeriksaan widal juga dilakukan setelah antibodi terbentuk pada hari ke 5-7 ke atas setelah terjadinya infeksi, sehingga tidak bijak jika pemeriksaan widal dilakukan sebelum hari ke 5 demam (biasanya lebih sering dilakukan setelah demam berlangsung 7 hari), dan kalaupun pada pemeriksaan wideal didapat hasil yg positif pada sebelum hari ke 5 maka yg terdeteksi tersebut dimungkinkan antibodi yg terbentuk tersebut berasal dari infeksi sebelumnya. Pemeriksaan widal dinyatakan positif jika titer aglutinin O minimal 1/320 (Titer widal biasanya angka kelipatan : 1/32, 1/64, 1/160, 1/320, 1/640) atau jika terdapat kenaikan titer hingga 4 kali lipat pada pemeriksaan ulang dengan interval 5-7 hariPada daerah yang angka kejadian penyakit demam tifoidnya cuku tinggi, sering ditemukan warganya memiliki hasil uji widal yang positif meskipun sedang tidak sakit. Jadi jika sebelumnya anda penah memeriksakan diri dan didapati hasil pemeriksaan widal anda 1/320, bisa saja jika anda memeriksakan diri lagi hasilnya akan positif kembali. Sehingga setelah diperiksapun, harus dilakukan pemeriksaan ulang untuk menilai status infeksi salmonella yang terjadi pada anda.

    Jika memang hasil uji widal positif (titer O 1/320 atau lebih), maka anda perlu mendapat pengobatan antibiotik dan obat-obatan lain untuk mengurangi gejala penyerta seperti mual muntah dan yang lainnya. Pemberian obat ini harus berdasarkan petunjuk dan resep yang diberikan dokter. Penderita demam tifoid sebaiknya melakukan tirah baring  atau istirahat di rumah. Untuk makanan yang anda akan konsumsi selama sakit ini sebaiknya disajikan setelah dicuci bersih dan diolah secara baik untuk mencegah kontaminasi kuman salmonela. Perbanyak konsumsi air putih, karena jika tubuh kekurangan cairan atau dehidarasi maka anda juga dapat mengalami demam.

    Saran saya sebaiknya anda tetap memeriksakan diri pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

    Semoga jawaban ini membantu

     

    dr. Aldy Valentino