Tanya Dokter

  • Penyebab badan gemetar setelah minum obat

  •  Santika Stevi
    Anggota
    Selamat siang dok, Saya Stevi 23th. Saya sempat flu dan batuk berdahak disertai demam selama 9hari dan sudah ke dokter serta RS, tetapi tidak kunjung sembuh atau berkurang. Lalu saya ke dokter THT tp tidak ditemukan sinus / polip, dan saya dirujuk ke dokter spesialis paru2. Setelah di lakukan lung function test disampaikan bahwa diagnosanya adalah paru2 saya tertutup lendir 7% (sudah mengering) dan oksigen yg diterima paru2 saya hanya sedikit. Kemudia saya melakukan nebulizer serta diberikan obat minum racikan dari dokter paru2 saya tsb. Yang saya tanyakan, kenapa setelah nebulizer badan saya gemetar dan lemas ya dok? Dan setelah saya minum obat dari dokter tsb saya juga gemetar sgt kuat, jantung berdebar dan tulang terasa sgt lemas serta ngilu? Saya di berikan 5 macam obat (obat maag mocosta, obat batuk edotin, obat anti alergi aldisa, vitamin cocavot dan obat paru2 saya racikan dokter yg dimasukan dalam kapsul) Memang setelah minum obat tsb pernafasan saya lega dan nyaman tetapi efeknya sgt menyiksa dok. Terimakasih banyak

    Halo Santika......

    Terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Kondisi yang Anda alami dengan keluhan utama berupa timbulnya rasa bergetar pada tubuh disertai dengan lemas, dapat saja disebabkan oleh efek sampingan obat yang Anda konsumsi.

    Perlu diketahui sebelumnya obat - obatan tertentu, misalnya seperti dekongestan untuk meredakan hidung tersumbat, obat untuk meredakan sesak nafas, dan lainnya, dapat menimbulkan efek samping berupa tubuh gemetar, jantung berdebar, dan lemas.

    Akan tetapi selain oleh karena hal yang telah disebutkan diatas, kondisi yang Anda alami juga dapat disebabkan oleh : alergi terhadap obat, infeksi pada tubuh akibat virus ataupun bakteri, kadar gula darah yang rendah di dalam tubuh, anemia, tekanan darah rendah / hipotensi.

    Kami menyarankan kepada Anda untuk kembali menemui dokter yang telah meresepkan obat ini kepada Anda, dan mendiskusikan masalah ini, agar Anda dapat diberikan obat pengganti yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

    Tips untuk Anda : ikutilah saran dan pengobatan dari dokter yang ditemui nanti, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu kondisi ini seperti kopi/ Minuman keras/ dll., stop merokok, minum air putih minimal 2 Liter perhari, mengatur pernafasan.

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

    Salam,

    @dr.jati