Tanya Dokter

  • Penyakit ginjal hingga jantung bengkak, tubuh kuning, dan BAB hitam

  • Dok, saya mau tanya apakah kalau jantung bengkak, tubuh kuning serta kotoran warna hitam terus menerus, itu masih bisa sembuh, ginjalnya sudah 250.

    Hai Lidyana Makalew Tulusan, Terimakasih telah bertanya ke Alodokter. Menentukan prognosis (kemungkinan sembuh) suatu penyakit memerlukan pemeriksaan secara menyeluruh dan analisis secara mendalam mengenai kondisi kesehatan dan penyakit yang dialami pasien. Jadi, tidak cukup hanya berdasarkan informasi singkat seperti ini. Pembengkakan jantung timbul akibat respons terhadap kerusakan otot jantung (miokardium), yakni bisa berupa penebalan otot jantung (kardiomegali) atau pelonggaran otot jantung (kardiomiopati). Penyebabnya bisa karena:

    • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
    • Kelainan jantung (gangguan katup, gangguan otot)
    • Anemia (kurang hemoglobin darah)
    • Gangguan kelenjar tiroid, dsb
    Tubuh kuning (jaudice, ikterik) umumny terjadi karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah hasil pemecahan sel darah merah yang sudah tua. Hal ini menyebabkan kulit, mukosa, dan sklera menjadi berwarna kekuningan. Penyebabnya bisa karena:
    • Pre-hepatik: misalnya karena malaria, anemia sel sabit, thalassemia, penyakit autoimun
    • Hepatik: Hepatitis, sirosis, kanker liver
    • Post-hepatik: misalnya karena batu empedu, kanker, infeksi saluran empedu
    Sedangkan warna feses yang kehitaman umumnya menandakan adanya perdarahan pada saluran cerna bagian atas, misalnya pada:
    • Tukak lambung (ulkus peptikum)
    • Pecah varises esofagus (misalnya pada penderita penyakit liver kronis
    • Tumor lambung, esofagus
    • Gastropati erosiva berdarah (misalnya karena efek samping antikoagulan, NSAID), dsb
    Keseluruhan kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan multiorgan failure (gagal fungsi multi-organ), termasuk ginjal, sehingga mengganggu fungsinya dalam memfiltrasi, reabsorpsi, dan ekskresi zat sisa metabolik dari dalam tubuh. Sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter yang merawat pasien ya.. Dokter yang menangani tentu lebih paham kondisi dan prognosis pasien ke depannya. Namun, perlu saya tekankan bahwa pronosis medis dibuat berdasarkan data empiris berdasarkan pengalaman. Selebihnya, tetap kuasa Tuhanlah yang menentukan. Karenanya, penting bagi Anda dan keluarga untuk tetap optimis, dan berserah diri pada Tuhan YME. Selain itu, tetap percayakan penanganan terbaik pada ahlinya (dokter yang merawat pasien) ya..   Semoga membantu. dr. Nadia Nurotul Fuadah