Tanya Dokter

  • Gejala glue ear

  • Selamat sore dokter... Saya mau bertanya.... Seorang mendengar bunyi gemericik di dalam telinga ketika menguap ataupun ketika menelan ludah. Selain itu juga, pendengarannya berkurang apabila sakit flu. Apakah itu gejala glue ear? Apakah glue ear bisa disembuhkan tanpa grommet? Trimakasih jawabannya

    Dear friend, Telinga kita terdiri dari 3 bagian: yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Pada telinga tengah terdapat saluran kecil yang menghubungkannya dengan rongga hidung, disebut tuba eustachius. Saluran ini secara normal berisi udara dan tertutup, namun secara periodik akan terbuka ketika menelan, mengunyah, atau menguap. Terbukanya saluran ini akan membiarkan udara memasuki telinga tengah yang akan menyamakan tekanan udara antara telinga tengah dengan rongga hidung (sama dengan udara terbuka). Ketika tuba eustachius ini terbuka, secara normal akan terdengar bunyi seperti "klik". Hal ini bukan sebuah kelainan, karena bunyi seperti ini terjadi akibat udara yang memasuki telinga tengah. Flu yang berulang dapat menyebabkan peradangan saluran kecil ini sehingga terjadi pembengkakan dan penyempitan yang akan menimbulkan cairan dalam rongga telinga tengah. Seperti kita ketahui bahwa proses mendengar bermula dari gelombang suara yang menggetarkan gendang telinga yang akan diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran di dalam telinga tengah ke telinga dalam, kemudian oleh organ yang bernama "rumah siput", gelombang ini akan dikonversi menjadi sinyal elektrik yang akan dibawa ke otak, dan ketika itulah kita dapat mendengar bunyi tersebut. Jika ada cairan di dalam telinga tengah, maka gelombang suara yang diteruskan akan menurun amplitudonya sehingga akan terdengar lebih lemah. Adanya cairan dalam telinga ini sering disebut dengan istilah glue ear. Dalam istilah medis dikenal dengan nama otitis media with effusion. Penyebabnya karena tuba eustachius tidak dapat terbuka dengan sempurna karena menyempit atau tersumbat. Hal ini akan menyebabkan terjadinya tekanan negatif atau vakum dalam telinga tengah yang akan membuat cairan merembes ke dalam telinga tengah dari jaringan sekitarnya. Cairan lengket seperti lem akhirnya muncul di dalam telinga tengah. Berikut gejala dari glue ear:

    • penurunan pendengaran
    • masalah dalam berbicara, bahasa dan interaksi sosial
    • sering menyalakan televisi atau radio dengan volume yang keras
    • sering mengatakan "apa?" ketika sedang mendengar orang lain berbicara
    • masalah keseimbangan
    • dsb.
    Terapi utama untuk glue ear adalah pemasangan grommet. Grommet adalah selang ventilasi kecil yang dimasukkan ke dalam telinga tengah melalui sayatan kecil gendang telinga. Prosedur ini dilakukan dengan bius umum dan berlangsung cepat kira-kira 15 menit. Melalui grommet, cairan dalam telinga telinga tengah akan didrainase keluar sambil menyamakan tekanan udara dalam telinga tengah dengan udara luar. Grommet akan ditinggal selama beberapa bulan dan akan tanggal dengan sendirinya saat luka sayatan gendang telinga sembuh. Selain metode operasi, penggunaan alat semacam balon untuk ditiup menggunakan hidung bisa mengurangi kemungkinan kebutuhan akan operasi. Alat ini akan membantu mendrainase cairan dalam telinga tengah dan menyeimbangkan tekanan udara ketika ditiup. Alat ini idealnya digunakan 3 kali sehari. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam, dr. Rony Wijaya

    لقمان الحكيم حامل القران  Rifky Fariz
    Anggota

    halo dok, telinga saya juga berbunyi saat menelan. terasa sangat mengganggu. ketika diperiksa dokter THT, beliau bilang karena ada kotoran, namun setelah diambil kotoran telinganya. bunyi di telinga masih ada. memang pada saat itu, saya sedang flu dan batuk. apakah berhubungan dengan flu dan batuk? sebelum flu dan batuk pun bunyi di telinga sudah ada. terima kasih atas perhatian dan jawabannya. wassalam