Tanya Dokter

  • Muncul benjolan di leher seperti gondok pasca melahirkan

  •  Iwan
    Anggota

    Selamat siang dok,

    Saya punya kakak perempuan, 4 tahun lalu sehabis melahirkan tiba2 muncul sperti gondok di bagian leher. Apakah ini penyakit berbahaya dok? Apa penyebab dan bgaimana cara mengobatinya?

    Makasih dok.

    Iwan  Iwan
    Anggota

    Mohon di jawab dok ?

    Iwan  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Bapak Iwan, Kondisi seperti yang bapak jelaskan kemungkinan besar adalah suatu keadaan yang disebut sebagai postpartum thyroiditis (peradangan pada kelenjar gondok paska/setelah melahirkan). Kondisi ini pada awalnya sering bersifat hipertiroid (peningkatan hormon tiroid disertai gejala2 peningkatan hormon tiroid) yang kemudian dapat menjadi hipotiroid / kekurangan hormon tiroid/ gondok. Penyebab pasti dari kondisi ini belum sepenuhnya jelas, tetapi diduga berhubungan dengan reaksi autoimun / sistem kekbalan tubuhnya sendiri menyerang kelenjar gondok dirinya sendiri). BIasanya pada kebanyakan wanita yang mengalami kondisi ini, mereka telah memiliki tiroiditis/peradangan gondok autoimun sebelumnya tetapi asimptomatik (tidak bergejala) yang kemudian megalami flare / dicetuskan pada masa paska/setelah melahirkan akibat terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan fungsi imunitas tubuh. Kondisi ini dapat terjadi hingga 5-10% dari seluruh wanita pada 1 tahun pertama paska melahirkan. Awalnya dalam 1-3 bulan pertma setelah melahirkan kondisi hipertiroid dapat muncul dan bertahan hingga 3-4 bulan. kemudian disusul terjadinya hipotiroid yang dapat bertahan hingga 9-12 bulan. kemudian kondisi ini akan sembuh sendiri dalam waktu 12-18 bulan. Akan tetapi 10-20% pasien akan tetap dalam kondisi hipotiroid. Penanganan postpartum tiroiditis tergantung dari fasenya, apakah sedang dalam fase hipertiroid atau hipotiroid. BIasanya setelah tiroiditis postpartum usai, maka pengobatan dihentikan. Hanya sekitar 20% yang akhirnya membutuhkan terapi jangka panjang. Saya sarankan agar anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk berkonsultsai lebih jauh mengenai masalah ini dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Anda mungkin akam diminta untuk menjalani pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon tiroid, apakah meningkat, menurun atau normal. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.  

    Iwan  dr. Rico N
    Dokter

    dr. Rico Novyanto June 13, 2015 at 11:16 pm Hai Bapak Iwan, Kondisi seperti yang bapak jelaskan kemungkinan besar adalah suatu keadaan yang disebut sebagai postpartum thyroiditis (peradangan pada kelenjar gondok paska/setelah melahirkan). Kondisi ini pada awalnya sering bersifat hipertiroid (peningkatan hormon tiroid disertai gejala2 peningkatan hormon tiroid) yang kemudian dapat menjadi hipotiroid / kekurangan hormon tiroid/ gondok. Penyebab pasti dari kondisi ini belum sepenuhnya jelas, tetapi diduga berhubungan dengan reaksi autoimun / sistem kekbalan tubuhnya sendiri menyerang kelenjar gondok dirinya sendiri). BIasanya pada kebanyakan wanita yang mengalami kondisi ini, mereka telah memiliki tiroiditis/peradangan gondok autoimun sebelumnya tetapi asimptomatik (tidak bergejala) yang kemudian megalami flare / dicetuskan pada masa paska/setelah melahirkan akibat terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan fungsi imunitas tubuh. Kondisi ini dapat terjadi hingga 5-10% dari seluruh wanita pada 1 tahun pertama paska melahirkan. Awalnya dalam 1-3 bulan pertma setelah melahirkan kondisi hipertiroid dapat muncul dan bertahan hingga 3-4 bulan. kemudian disusul terjadinya hipotiroid yang dapat bertahan hingga 9-12 bulan. kemudian kondisi ini akan sembuh sendiri dalam waktu 12-18 bulan. Akan tetapi 10-20% pasien akan tetap dalam kondisi hipotiroid. Penanganan postpartum tiroiditis tergantung dari fasenya, apakah sedang dalam fase hipertiroid atau hipotiroid. BIasanya setelah tiroiditis postpartum usai, maka pengobatan dihentikan. Hanya sekitar 20% yang akhirnya membutuhkan terapi jangka panjang. Saya sarankan agar anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk berkonsultsai lebih jauh mengenai masalah ini dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Anda mungkin akam diminta untuk menjalani pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon tiroid, apakah meningkat, menurun atau normal. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.  
    Berikut tautan yang dapat anda baca untuk informasi tambahan mengenai penyakit gondok secara umum. Sebagai tambahan, pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan selain pemeriksaan darah adalah USG dan FNB / biopsi jarum halus pada kelenjar gondok.