Tanya Dokter

  • Menstruasi tidak teratur

  •  lilli
    Anggota

    Langsung saja ya Dokter.. Saya 23th sering mengalami haid yg tidak teratur semenjak pertama kali mendapat haid (umur13th). Saya sudah memeriksakan diri ke dokter kata dokter yg menangani penyebabnya cuma karna hormon. Sudah 2 tahun belakangan ini saya selalu meminum obat agar haid bs datang. Jika tidak minum haid tidak datang. Jd ketergantungan gitu Dok. Apa yg harus saya lakukan atau obat apa yg bs saya gunakan untuk mengobati juga agar jgn sampai ketergantungan sprti obat yg slma ini saya konsumsi Dok? Saya sudah punya suami (7bulan) tp belum punya anak juga. Padahal tidak pakai KB. Dan Ketika saya membersihkan missV saya dgn jari saya bs meraba servix saya Dok. rasanya seperti ketika saya menyentuh ujung hidung. Apa itu normal atau bermasalah ya Dok? Terimakasih

    Hai, Masalah ketidakteraturan menstruasi merupakan masalah yang umum dijumpai pada kaum wanita, dan seringkali membuatnya menjadi cemas. Adapun penyebab dari ketidakteraturan menstruasi antara lain:

    • Sindroma ovarium polikistik
    • Gangguan kelenjar gondok / tiroid
    • Stress
    • Olahraga berlebihan
    • Kehamilan / keguguran yang tidak disadari
    • Pemakaian KB jenis suntik, implan, spiral
    • Polip / mioma rahim
    • Keganasan
    • dll.
    Mengenai pemakaian obat rutin agar mendatangkan haid seperti yang Anda alami, kami menganjurkan Anda untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Dokter Anda / Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan (Sp. OG). Setelah penyebabnya telah diketahui dengan jelas, penanganan yang sesuai barulah dapat diberikan. Adalah hal yang wajar ketika seorang wanita membersihkan organ kelaminnya di bagian dalam dan dapat meraba serviksnya seperti sensasi menyentuh ujung hidung. Perdarahan, nyeri, keluarnya cairan keputihan yang berbau dan berwarna seyogianya membawa Anda untuk memeriksakannya segera ke Dokter Anda. Untuk tips-tips mendatangkan kehamilan, Anda dapat membuka halaman berikut: Tips Jitu Cara Cepat Hamil Sekian, semoga membantu. dr. Radius Kusuma