Tanya Dokter

  • menstruasi selama tiga minggu

  •  rahmania
    Anggota

    hai dok,

    3 bln yg lalu sy baru sj menjalanin oprsi sc, setelah 2 bln sy suntik KB yg 3 bln se x

    tepatnya di bulan jully setelah KB bln agustus tgl 25 sy haid

    hingga saat ini sy masih haid jd sekitar 3 minggu

    kmren sempat berhenti 2-3 hari

    setelah itu haid lg

    dan kalau sy berhubungan inti

    vagina sy terasi sangat sakit (perih)

    apa itu berbahaya dok<<

    trims

    Hai, Secara normal menstruasi berlangsung secara siklik setiap 21-35 hari dan lamanya antara 2-7 hari. Jika menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari maka hal ini disebut sebagai menorrhagia (menstruasi yang berkepanjangan). Pada kasus yang Anda alami menorrhagia kemungkinan disebabkan oleh efek samping penggunaan KB suntik 3 bulan, yaitu perdarahan dan menstruasi yang tidak teratur. Selain itu efek samping yang mungkin timbul adalah sakit kepala, nyeri pada payudara, dan kenaikan berat badan. Namun demikian, menorrhagia dapat pula diakibatkan oleh penyebab yang lainnya seperti:

    • Ketidakseimbangan hormonal
    • Stres psikis
    • Aktivitas berat dan berlebihan
    • Penyakit radang panggul
    • Kista ovarium
    • Polip rahim
    • Fibroid uteri
    • Kanker rahim, serviks dan ovarium
    • Kelainan pembekuan darah
    • Gangguan tiroid
    • dan lainnya
    Nyeri saat berhubungan intim dapat disebabkan oleh:
    • Stres psikologis atau kecemasan
    • Kurangnya lubrikasi pada vagina
    • Vaginitis (infeksi atau peradangan pada vagina)
    • Infeksi menular seksual
    • Vaginismus
    • dan lainnya
    Berbahaya atau tidaknya kondisi yang Anda alami sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Untuk memastikan penyebabnya sebaiknya Anda memeriksakan diri ke Dokter. Selain pemeriksaan fisik Dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan seperti tes darah, USG, dan lainnya. Penanganan yang tepat akan diberikan sesuai dengan penyebabnya. Berikut laman artikel dengan topik terkait: Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman