Tanya Dokter

  • dampak kemoterapi pada penderita hamil anggur

  • Assalamu'alaikum .. Dok saya mau bertanya tentang kemoterapi , ibu saya sebulan yang lalu di vonis hamil anggur oleh dokter dan sudah di kuret, tapi setelah kontrol beta HSG semakin meningkat yang kontrol pertama 4500 menjadi 9rb lebih setelah kontrol ke dua.. Dan di saranin dokter untuk kemoterapi , bagai mana dok apa kah ibu saya akan baik baik saja stelah kemo saya takut ibu saya kepala.a hitam dan malah makin sakit sakitan kalau di kemoterapi?

    Halo Ikhhaa,

    Hamil anggur atau kehamilan mola, adalah tumor jinak yang tumbuh di rahim, Kondisi ini dapat terjadi akibat sel telur yang dibuahi dan plasenta tidak berkembang dengan baik. Seseorang yang terdiagnosa hamil anggur maka langkah lanjutan yang akan disarankan dokter adalah dengan melakukan kuretase atau pengangkatan rahim (dengan pertimbangan usia dan jumlah anak).

    Umumnya segera setelah kuretase dilakukan kadar beta hcg akan menurun hingga normal dalam beberapa waktu tertentu, namun terdapat beberapa kondisi dimana kadara beta hcg semakin meningkat seperti tumor tropoblastik yaitu choriocarcinoma. Choriocarcinoma adalah kanker ganas pada rahim yang berasal dari plasenta yang terjadi setelah seseorang mengalami kehamilan mola, dengan disertai keluhan seperti nyeri perut bawah disertai perdarahan yang tidak normal.

    Ulasan berikut membahas diskusi serupa disini.

    Kemoterapi merupakan suatu tindakan lanjutan yang akan disarankan dokter pada seseorang yang dicurigai mengalami kondisi ini, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran dari sel kanker tersebut. Kebanyakan choriocarcinoma merespon baik setelah kemoterapi dilakukan, namun diperlukan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak adanya penyebaran setelah kemoterapi dilakukan.

    Efek samping dari kemoterapi cukup banyak dan umumnya akan sangat mempengaruhi kondisi pasien seperti :

    • Hilangnya nafsu makan
    • Mual dan muntah
    • Sulit tidur
    • Rambut rontok
    • Kelelahan
    • Kulit kering dan terasa perih
    • Gairah seksual menurun
    • dll

    Hal ini terjadi akibat obat kemoterapi yang diberikan tidak hanya menghancurkan sel yang abnormal namun juga merusak sel yang sehat sehingga menimbulkan keluhan pada pasien. Berikan penjelasan ke ibu Anda mengenai kondisi yang akan dialami selama kemoterapi dan berikan dukungan penuh agar pasien semangat dan tidak takut.

    Konsultasikan juga dengan dokter mengenai langkah selanjjutnya yang akan diambil untuk mengatasi kondisi ibu Anda. Segala keluhan akan dapat berkurang dengan pemberian obat-obatan dan akan hilang setelah kemoterapi selesai.

    semoga dapat membant,

    dr. Tantya