Tanya Dokter

  • Penyebab telat menstruasi

  •  maharani80
    Anggota
    Dok saya mau tanya. Bulan nov 16 saya dikuret karna waktu usg tidak ada janin sedangkan saya udah 3bulan tdk halangan. kata dokter setelah itu saya tidak boleh hamil dulu slma 3 bulan. Saya kb yg sebulan. Halangan saya selalu rutin Tiap bulan. Bulan april saya berenti kb. 3 bulan berikutnya halangan lancar juga. Bulan ke 4 berenti kb saya telat 10 hari. Gak seperti biasanya. Tiba2 keluar darah banyak seperti halangan biasa. bulan berikutnya balik normal lg halangannya. kira2 seperti ini knp ya dok.. Pdhl berharap telat 10hari itu lgsg isi.

    Halo maharani80, terimakasih atas pertanyaannya ke alodokter

     

    Menstruasi adalah proses peluruhan lapisan endometrium di dalam rahim yang akan terjadi bila seorang wanita tidak mengalami kehamilan. Jarak antar siklus menstruasi yang normal adalah berkisar antara 21-35 hari dan lamanya siklus adalah 2 hari hingga 7 hari. Amenore sekunder didefinisikan sebagai kondisi di mana seorang wanita tidak mendapat siklus menstruasi selama 3 bulan (bila sebelumnya siklus menstruasi reguler) atau tidak mendapat siklus menstruasi selama 6 bulan (bila sebelumnya siklus menstruasi ireguler), berdasarkan definisi tersebut, kondisi anda belum memenuhi definisi amenorrhea sekunder.

     

    Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab haid yang terlambat:

    1. Stress
    2. Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia, turun berat badan yang berlebihan, dan olah raga yang berlebihan
    3. Kondisi kehamilan dan menyusui
    4. Penggunaan obat-obatan tertentu dan kontrasepsi
    5. Penyakit tertentu seperti kelebihan atau kekurangan hormon tiroid, diabetes
    6. Sindrom polikistik ovarium (PCOS), dimana terjadi pembesaran ovarium karena kista
    7. Menopause dini (premature ovarian failure)
    8. Gangguan pada rahim seperti pada Asherman's syndrome
    9. Kanker tertentu yang menyebabkan gangguan hormonal

     

    Stres dapat dengan mudah memengaruhi naik turunnya kadar hormon, namun keterlambatan anda masih dalam batas normal. apabila anda memenuhi kriteria amenorrea sekunder di atas, maka segeralah pergi ke dokter untuk diperiksa

    Beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kesempatan hamil:

    1. Melakukan hubungan seksual secara teratur terutama di sekitar masa subur anda
    2. Hindari semua faktor risiko yang dapat mengganggu kesuburan, seperti diet terlalu ketat, kegemukan, merokok, minum alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, paparan radiasi dan polusi
    3. Olahraga secara teratur
    4. Makan makanan bergizi, terutama makan makanan yang banyak mengandung antioksidan seperti makan sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E, zinc, dan lain-lain
    5. Menghindari stress berlebihan
    6. Menghindari berendam di air panas terlalu lama serta penggunaan celana terlalu ketat untuk pasangan anda
    7. Sebaiknya juga anda mulai mengkonsumsi asam folat. Konsumsi asam folat tidak ditujukan untuk membuat seseorang menjadi lebih cepat hamil ataupun meningkatkan kesuburan, namun asam folat ini disarankan untuk diminum oleh wanita yang sedang merencanakan kehamilan untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada bayi.

     

    Bila setelah 1 tahun anda dan pasangan anda telah melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi namun anda dan pasangan belum juga diberikan keturunan, sebaiknya anda dan pasangan berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukannya pemeriksaan tertentu. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain analisis sperma, USG, pemeriksaan hormonal, dan lain-lain.

     

     

    Sementara itu beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah keterlambatan haid:

    1. Bila saat ini anda sedang mengalami stress, cobalah untuk lebih rileks dan mengurangi stress
    2. Makan makanan yang bergizi seimbang dalam jumlah yang cukup, jangan melakukan diet terlalu ketat
    3. Menjaga berat badan yang ideal
    4. Olah raga cukup dan teratur
    5. Istirahat dan tidur yang cukup

     

    Sekian yang dapat saya informasikan, semoga bermanfaat

     

    dr. Irna Cecilia