Tanya Dokter

  • Khawatir terserang virus rubella selama kehamilan

  •  Keysya
    Anggota
    Malam dokter,sy mau menanyakan tentang kehamilan.4 tahun lalu sy positif terkena virus rubella dan cmv saat hamil.Setahun yg lalu sy cek lab kadar igg dinyatakan negatif semua, bulan ini sy baru hamil 4 minggu ,dokter sy sempat khawatir gejala cmv salah satunya tenggorokan buat nelan sakit.Kebetulan udah seminggu selama hamil ini tenggorokan sy juga sakit dokter.Virus cmv apa bisa aktif lagi krn gejala itu dan apa perlu sy cek lab cmv lagi dokter.terimakasih

    Halo Keysya, terimakasih atas pertanyaan Anda

    Saya memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Oleh karena itu, marilah kita mendiskusikan mengenai infeksi cytomegalovirus (CMV) selama kehamilan.

    CMV, bersama dengan toksoplasma, herpes, dan rubella, merupakan infeksi tersering yang terjadi selama kehamilan dan berpotensi menimbulkan kecacatan bahkan kematian janin. Infeksi primer CMV didefinisikan sebagai infeksi yang terjadi pada seseorang dengan riwayat pemeriksaan serologis negatif. Sedangkan infeksi sekunder bisa dicetuskan oleh rekativasi virus yang masih berada di dalam tubuh (endogen) ataupun paparan strain virus baru dari lingkungan sekitar (eksogen).

    Berdasarkan literatur dan penelitian epidemiologi, transmisi vertikal (ibu-ke-janin) oleh infeksi primer CMV sekitar 24-75% (nilai rata-rata 40%). Sedangkan infeksi non-primer/ sekunder hanya sekitar 1-2,2%. Meskipun demikian, data juga menunjukkan bahwa infeksi nonprimer cenderung menghasilkan infeksi simtomatik dan lebih berat ke janin.

    Skrining dengan pemeriksaan laboratorium serologis bisa membantu mencegah infeksi kongenital oleh CMV, namun skrining rutin tidaklah direkomendasikan. Skrining dipertimbangkan bagi wanita hamil dengan gejala penyakit menyerupai flu (demam persistan, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening) atau berdasarkan pemeriksaan USG ditemukan tanda-tanda pertumbuhan atau perkembangan janin yang mengarah pada infeksi CMV, misalnya pertumbuhan janin terhambat, mikrosefali, hepatosplenomegali, dan sebagainya.

    Sebenarnya yang paling memahami perlu atau tidaknya skrining CMV dilakukan adalah dokter kandungan yang biasa menangani Anda. Ikutilah anjuran dokter tersebut. Namun, bila Anda ragu, mengingat pemeriksaan serologis CMV memerlukan biaya yang tidak sedikit, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan lain sebagai bahan pertimbangan (second opinion).

    Silahkan baca literatur terkait di sini

    Demikian, semoga bermanfaat dan menambah wawasan ya

    dr. Lili