Tanya Dokter

  • Hanya trauma atau ptsd?

  •  Debbyyovanta
    Anggota

    Hallo umurku 19tahun. Ada trauma karena masalalu orgtua ku yg cerai. Ayah Mama cerai, aku dan adikku dipaksa mama ikut tinggal saat pemilihan hak asuh karena waktu perceraian usiaku baru genap 14tahun & adik ku 12tahun. Disisi lain aku sama ayah yg terbilang sangat dekat (segala hal benar" dekat). Anak mana yg ga sedih orgtuanya cerai dan harus berpisah sama sang ayah. 3bulan mreka cerai mama menikah dgn Papa baru ku. Disini benar" ga ada harapan buat kami bersatu lagi. Setahun setelah mreka cerai aku dan adikku berantem dan ngusir dia, akhirnya dia tinggal sama ayah setahun lebih. Hubungan aku dan adikku berangsur membaik dan sering nginep dirumah ayah. Sedihnya beberapa keluarga ayah mulai jodohin ayah dgn beberapa org terdekat untuk gantiin mama. Dan aku disitu marah berat dan gaketemu ayah beberapa bulan. Yaa aku selalu kalau nyangkut soal ayah selalu cemburu berat. Malem setelah mreka cerai sering ngigo bahkan nangis, pernah beberapa hari demam karna mreka pisah, atau inget, kangen mreka bareng, bahkan sampe takut,juga marah kalo inget kejadian itu, sentisif dgn hal ayah atau pun masa lalu mreka. Bahkan nangis kejer kalo nonton tv / film mengangkat tema ayah dan anak. Dan maret lalu ayah nikah tanpa ngomong dulu ke aku dan parahnya adikku dateng keacar pernikahannya juga gabilang apa-apa! Marah benci langsung sama ayah. Aku menstop makanan hampir 6hari dan pingsan masuk rumah sakit 4hari tdk sadarkan diri. Anehnya waktu mama menikah aku ga sampe segini nya tapi pas ayah ini bener" hal yg paling berat seumur hidup melebihi mreka bercerai. Ayah aku menikah dgn janda 2 anak perempuan yg umur anaknya yg termuda 2tahun diatas ku. Hal berat lainnya datang waktu anak tiri pertamanya wisuda, disitu aku sadar bukan aku lagi yg sebagai anak pertama ayah menghadiri wisuda tapi dia.. Anak tirinya! Intinya apakah gejala semua yg aku jelaskan tadi hanya trauma karna perceraian orgtua ku atau malah ptsd?. Beberapa teman suka kawatir karena selalu mendpti aku sering menangis tanpa sebab waktu aku tidur terutama malam hari dan terbangun dgn tingkah seolah ga kejadian apaapa. Pernah suatu malam aku tidur kata teman nebeng tidur di kos nya aku nangis pas tidur triak" sampai sesek katanya dan bangun" seger seoerti ga kejadiab apa" begitu bangun dia nanyain hal itu, padahal sebelumnya kita habis adain birthday party temenku dan akhirnya nginep. Mohon bantuannya dokter

    Halo,   Menghadapi perceraian orang tua adalah kasus terberat bagi seorang anak, terutama anak yang sedang dalam masa pencarian identitas ( usia remaja awal ) seperti Anda. Saat perceraian terjadi,  sangat normal bagi anak untuk merasa marah, kecewa, cemas dan takut serta depresi ringan pada masa awal terjadinya perceraian tersebut. Namun jika kondisi ini berlarut larut (> 6 bulan) maka akan diperlukan bantuan ahli seperti psikolog/ psikiater untuk mengevaluasi kondisi tersebut dan menentukan pendekatan terbaik untuk mengurangi gejala. Kondisi keluhan Anda bisa dikategorikan sebagai gangguan medis yang berupa :

    1. PTSD.
    2. Gangguan kecemasan.
    3. Depresi.
    4. Gangguan ambang.
    5. Gangguan kepribadian.
    6. dll.
    Untuk memastikan dan menentukan penanganan terbaik maka sangat disarankan bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter atau psikiater terdekat. Ajaklah kedua orang tua Anda bicara bersama dengan Anda, tunjukkan keinginan Anda selama ini dan harapan Anda untuk mereka, jika merasa takut atau khawatir, ajaklah serta orang lain atau teman atau psikolog untuk mengakomodasi hubungan Anda dan orang tua Anda. Baca artikel Menangani kesulitan paska perceraian orang tua. Semoga bermanfaat.   dr. Yusi