Tanya Dokter

  • Hasil interpretasi untuk hepatitis c

  •  Joko
    Anggota

    selamat siang pak/bu dokter.maaf mau bertanya semoga bisa dibantu.sebelumnya pasangan saya ada melakukan pemeriksaan anti Hcv, dan hasilnya itu non reaktif 0.15. Dan nilai rujukan ya?itu normalnya di angka 1.hanya ini positif dan non reaktif,hanya angkanya kecil sekali.yang ingin saya tanyakan,apakah itu berarti pasangan saya positif terkena hepatitis c,atau ada kemungkinan pernah terpapar,namun sudah sembuh sendiri karena antibodi nya melawan? Mohon petunjuknya ya dokter. Terima kasih.

    Halo, Skrining awal laboratorium terhadap hepatitis C adalah pemeriksaan anti HCV. Anti HCV adalah pemeriksaan yang mendeteksi keberadaan antibodi terhadap virus hepatitis C dalam darah. Jika hasil anti HCV positif menandakan orang tersebut pernah terpajan dengan virus hepatitis C, tetapi test ini tidak dapat membedakan apakah infeksi yang terjadi masih aktif atau terjadi di masa lampau sehingga jika hasil anti HCV positif dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti HCV RNA. Nilai rujukan anti HCV yang normal adalah negatif atau non reaktif. Berikut rujukan nilai anti HCV di salah satu laboratorium di Indonesia (rujukan mungkin saja berbeda dengan lab lain). Anti HCV <0,8 = nonreaktif yang artinya negatif (hasil normal, tidak perlu takut kalau terkena hepatitis C). 0,8-,1,0 = borderline yang artinya meragukan, bisa berubah menjadi positif atau negatif, biasanya diperlukan pemeriksaan ulangan >=1,0 = reaktif yang artinya positif, artinya terpajan virus hepatitis C, memerlukan pemeriksaan lanjutan. Semoga menjadi lebih jelas, Artikel berikut ini dapat membantu: Hepatitis C dr.Miranti Iskandar

    Joko  Joko
    Anggota

    Selamat pagi Bu dokter, terimakasih banyak untuk informasi nya ya bu. Berarti engga perlu kuatir kalau hasilnya 0.15 ya bu?kalau begitu berarti Artinya pernah terpapar ya bu?namun antibody tubuh bisa menolak virus nya ya? Terima kasih banyak ibu dokter untuk informasinya.

    Halo.. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter yang meminta hasil pemeriksaan ini sebelumnya atau dengan dokter penyakit dalam. Pemeriksaan laboratorium hanyalah salah satu penunjang diagnosis. Pertemuan langsung dengan dokter disertai pemeriksaan fisik merupakan cara mendiagnosis penyakit yang paling baik. Bahkan pada hasil pemeriksaan hepatitis C yang reaktif/ positif pun dapat terjadi false positive (positif palsu) yang memerlukan pemeriksaan ulangan lab, semua bergantung pada hasil wawancara dokter dengan pasien dan pemeriksaan fisik. Semoga membantu ya, dr.Miranti Iskandar

    Joko  Joko
    Anggota

    Halo ibu dokter, sebelumnya saya sempat berkonsultasi mengenai hasil lab anti hcb nya dengan dokter spesialis penyakit dalam sih bu,dng dokter imran nito SpPD. Beliau sih memberitahu kalo kondisi seperti itu sehat,dan tidak perlu untuk pemeriksaan lanjutan seperti melakukan cek hcv rna.beliau hanya bilang untuk melakukan cek up setahun sekali aja,seperti itu sih ibu dokter. Jadi mgkn itu bisa untuk acuan ya bu? Soalnya sblmnya pengecekan anti hcv nya emang atas inisiatif diri pasangan saya sendiri sih bu. Terima kasih banyak ya ibu.