Tanya Dokter

  • Hasil pemeriksaan papsmear

  •  Hana A
    Anggota
    Halo dokter, mohon pencerahannya atas hasil tes papsmear saya... Diagnosa Klinik: - Makroskopik: Memadai untuk dinilai. Sel endoserviks dan sel metaplastik ditemukan. Milroskopik: Atypical squamous cells of undertemined significant (ASCUS) Kesimpulan: Sel epitel skuamosa dan sel endoserviks disertai sel-sel atipik B, Cocoid dan leukosit. Mohon penjelasannya dok dari hasil diatas... :) Apakah itu berati hasil test papsmear saya tersebut tidak ditemukan gejala kanker serviks ya dok? Hanya peradangan akibat bakteri. Atau perlukah dilakukan papsmear ulang dalam waktu dekat untuk mengetahui gejala dini kanker?

    Halo Hana A, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    PAP smear anda menunjukkan adanya perubahan metaplasia sel-sel serviks menjadi sel epitel skuamosa yang atipikal. Sel epitel skuamosa atipikal bukan merupakan sel yang normal ditemukan pada serviks namun tidak menunjukkan adanya perubahan abnormal ke arah keganasan. Perubahan ini (yang disebut juga dengan ASCUS dalam PAP smear anda) adalah perubahan jinak yang biasanya disebabkan oleh peradangan pada daerah serviks. Perubahan ini bersifat sementara dan dapat kembali menjadi normal kembali setelah peradangan pada serviks teratasi.

    Peradangan pada serviks atau servisitis dapat disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah :

    1. infeksi menular seksual seperti infeksi gonore, chlamydia, herpes genital, trikomoniasis
    2. Alergi terhadap bahan tertentu yang masuk ke vagina misalnya bila anda sering mencuci vagina dengan air daun sirih, penggunaan spermisida, alergi terhadap kondom
    3. Iritasi akibat hubungan seksual, penggunaan tampon, alat KB seperti diafragma
    4. Ketidakseimbangan homonal seperti pada kondisi kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal
    5. kanker atau dalam pengobatan kanker

     

    Untuk dapat memastikan penyebabnya, sebaiknya anda membawa kembali hasil pemeriksaan PAP smear anda kepada dokter yang meminta pemeriksaan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta merencanakan terapi yang sesuai untuk kondisi anda saat ini. Rekomendasi yang biasanya diberikan untuk hasil temuan ASCUS adalah pemeriksaan DNA HPV (human papillomavirus). Bila hasilnya positif untuk HPV risiko tinggi, maka perlu dilakukan colposcopy (pemeriksaan serviks secara langsung menggunakan kaca pembesar khusus). Bila hasilnya negatif untuk HPV risiko tinggi, dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan PAP smear regular setiap 12 bulan. Bila pemeriksaan HPV tidak tersedia, maka yang dapat dilakukan adalah mengulang pemeriksaan PAP smear dengan interval 4 - 6 bulan. Setelah 2 PAP smear menunjukkan hasil negatif, maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan PAP smear regular setiap 12 bulan. Bila hasil PAP smear ulangan menunjukkan ASCUS kembali atau kondisi yang lebih buruk, maka perlu dilakukan copolscopy.

     

    Beberapa hal yang dapat anda lakukan antara lain:

    1. Selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan 
    2. Keringkan area vagina setelah BAK dan BAB sebelum menggunakan celana dalam supaya tidak terlalu lembab
    3. Membersihkan dari arah depan ke belakang setelah buang air besar, jangan membersihkan dari arah belakang ke depan
    4. Jangan melakukan douche atau cuci rendam vagina atau menggunakan sabun, ramuan herbal, ataupun bahan kimia lainnya yang mengandung pewangi.
    5. Gunakan pakaian dalam yang nyaman, tidak terlalu ketat, dan menyerap keringat.
    6. Setelahnya sebaiknya anda melakukan hubungan seksual yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan, menggunakan kondom

     

    Sekian jawaban dari saya, semoga bermanfaat

     

    dr. Irna Cecilia

     

    Halo Hana A, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    PAP smear anda menunjukkan adanya perubahan metaplasia sel-sel serviks menjadi sel epitel skuamosa yang atipikal. Sel epitel skuamosa atipikal bukan merupakan sel yang normal ditemukan pada serviks namun tidak menunjukkan adanya perubahan abnormal ke arah keganasan. Perubahan ini (yang disebut juga dengan ASCUS dalam PAP smear anda) adalah perubahan jinak yang biasanya disebabkan oleh peradangan pada daerah serviks. Perubahan ini bersifat sementara dan dapat kembali menjadi normal kembali setelah peradangan pada serviks teratasi.

    Peradangan pada serviks atau servisitis dapat disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah :

    1. infeksi menular seksual seperti infeksi gonore, chlamydia, herpes genital, trikomoniasis
    2. Alergi terhadap bahan tertentu yang masuk ke vagina misalnya bila anda sering mencuci vagina dengan air daun sirih, penggunaan spermisida, alergi terhadap kondom
    3. Iritasi akibat hubungan seksual, penggunaan tampon, alat KB seperti diafragma
    4. Ketidakseimbangan homonal seperti pada kondisi kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal
    5. kanker atau dalam pengobatan kanker

     

    Untuk dapat memastikan penyebabnya, sebaiknya anda membawa kembali hasil pemeriksaan PAP smear anda kepada dokter yang meminta pemeriksaan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta merencanakan terapi yang sesuai untuk kondisi anda saat ini. Rekomendasi yang biasanya diberikan untuk hasil temuan ASCUS adalah pemeriksaan DNA HPV (human papillomavirus). Bila hasilnya positif untuk HPV risiko tinggi, maka perlu dilakukan colposcopy (pemeriksaan serviks secara langsung menggunakan kaca pembesar khusus). Bila hasilnya negatif untuk HPV risiko tinggi, dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan PAP smear regular setiap 12 bulan. Bila pemeriksaan HPV tidak tersedia, maka yang dapat dilakukan adalah mengulang pemeriksaan PAP smear dengan interval 4 - 6 bulan. Setelah 2 PAP smear menunjukkan hasil negatif, maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan PAP smear regular setiap 12 bulan. Bila hasil PAP smear ulangan menunjukkan ASCUS kembali atau kondisi yang lebih buruk, maka perlu dilakukan copolscopy.

     

    Beberapa hal yang dapat anda lakukan antara lain:

    1. Selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan 
    2. Keringkan area vagina setelah BAK dan BAB sebelum menggunakan celana dalam supaya tidak terlalu lembab
    3. Membersihkan dari arah depan ke belakang setelah buang air besar, jangan membersihkan dari arah belakang ke depan
    4. Jangan melakukan douche atau cuci rendam vagina atau menggunakan sabun, ramuan herbal, ataupun bahan kimia lainnya yang mengandung pewangi.
    5. Gunakan pakaian dalam yang nyaman, tidak terlalu ketat, dan menyerap keringat.
    6. Setelahnya sebaiknya anda melakukan hubungan seksual yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan, menggunakan kondom

     

    Sekian jawaban dari saya, semoga bermanfaat

     

    dr. Irna Cecilia