Tanya Dokter

  • Bolehkah ibu dengan hepatitis B menyusui?

  •  Duma Siahaan
    Anggota

    Selamat Siang Dokter,

    kemarin ipar saya melahirkan bayi perempuan....sudah lama ipar saya hepatitis B.

    yang saya mau tanyakan apakah keponakan saya boleh di berikan asi oleh ibunya ?

    Semalam keponakan saya sudah di berikan vaksin dokter.

    Menurut dokter yang merawat...keponakan saya tidak boleh diberikan asi..jadi ipar saya akan diberikan suntikan untuk memberhentikan asinya.

    Mohon penjelasnnya dokter...Terimakasih

     

     

    Hai Duma, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Seorang Ibu pasti mengingkan yang terbaik untuk bayinya. ASI eksklusif memang merupakan nutrisi yang paling baik, terutama untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Namun, sayangnya pemberian ASI eksklusif ini masih kontroversial bagi penderita hepatitis B.

    Hepatitis B merupakan peradangan hati yang disebabkan virus hepatitis B. Virus ini ditularkan melalui luka kulit (lapisan permukaan luar tubuh) atau melalui luka lapisan mukosa (lapisan permukaan dalam tubuh) saat kontak dengan darah/produk darah. Seorang ibu bisa saja menularkan bayinya saat bayi kontak dengan darah ibu ketika bersalin. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir dari ibu penderita hepatitis B diharuskan untuk diberikan vaksin dan imunoglobulin hepatitis B.

    Jumlah/konsentrasi virus hepatitis B dapat ditemui (dari urutan terbanyak) pada darah, cairan luka, semen cairan vagina, dan air liur, serta air susu ibu. Jumlah virus hepatitis B yang kecil pada air susu Ibu menjadi pertanyaan apakah terdapat peranan dalam penularan penyakit tersebut. Berdasarkan sebagian besar penelitian di dunia, ternyata pemberian ASI tidak meningkatkan resiko penularan hepatitis B. Oleh karena itu, IDAI tetap menganjurkan ibu penderita hepatitis B untuk memberikan ASI-nya dan bimbingan cara memberikan ASI yang baik harus tetap diberikan untuk mengurangi terjadinya resiko puting yang lecet.

    Berdasarkan hal tersebut, sebaiknya Duma berkonsultasi kembali dengan dokter yang menyarankan agar ASI tidak diberikan. Dokter mungkin memiliki pertimbangannya tersendiri sesuai dengan kondisi pasien. Anda juga boleh meminta second opinion dari dokter yang lain mengenai masalah ini.

    Artikel mengenai menyusui pada ibu hepatitis B dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L