Tanya Dokter

  • Hasil pemeriksaan hepatitis b

  •  Amina Firgho
    Anggota
    Hallo dok saya mau mint penjelasan apakah saya sdh terjangkit hepatitis b atau tidak dan apakah hepatitis b itu bisa di sembuhkan ya dok Dan mohon di bacakan ini hasil lab nya dok Terima kasih banyak dok Laboratory Testing ResultGenerate date : 10- 11-2017 13:45:58 RESULTTESTUNITMETHODEREFERENCE RANGE IMMUNO - SEROLOGYHEPATITIS B < 0.90 : Non Reactive0.90 - 1.00 : Equivocal> 1.00 : ReactiveCOIReactive : 6070<>HBsAgECLIAResult Note : Pasien minum vitaminSpecimen Collection Date : Frozen Blood : 10-11-2017 09:43

    Halo Amina Firgho, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Melihat hasil tes anda (HBsAg reaktif dengan Cut of Index (COI) 6070) berarti kemungkinan anda sedang memiliki infeksi virus Hepatitis B saat ini. 

    HBsAg atau Antigen permukaan Hepatitis B adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan apakah seseorang sedang terjangkit virus Hepatitis B. Untuk mendiagnosis Hepatitis B, biasanya diperlukan panel pemeriksaan serologi Hepatitis B yaitu berupa pemeriksaan HBsAg, HBsAb atau anti-HBs, dan HBcAb atau anti-HBc. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk memeriksa apakah seseorang memiliki infeksi akut, infeksi kronis, memiliki imunitas terhadap virus karena pernah terinfeksi, ataupun memiliki imunitas terhadap virus karena vaksin. Namun HBsAg yang positif menandakan bahwa saat ini sedang terjadi infeksi virus Hepatitis B di dalam tubuh, bisa infeksi akut, bisa juga kronis. 

     HBsAg biasanya akan dapat terdeteksi dari pemeriksaan darah 1-10 minggu setelah paparan terhadap virus Hepatitis B. Antigen ini sudah dapat terdeteksi bahkan sebelum gejala hepatitis terlihat bahkan sebelum meningkatnya kadar enzim hati seperti SGOT dan SGPT. HBsAg juga dapat meningkat untuk sementara saat seseorang baru menerima vaksinasi Hepatitis B.

    Sebagian besar penderita Hepatitis B akut akan mengalami kesembuhan secara spontan (tanpa pengobatan) dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Pada sebagian kecil orang (kurang dari 3%), infeksi dapat menetap dan menjadi hepatitis B kronis. Hepatitis B dikatakan kronis apabila infeksi menetap selama lebih dari 6 bulan.

    Bila seseorang terkena Hepatitis B kronis, maka kemungkinannya untuk sembuh total akan jauh lebih kecil dibanding hepatitis B akut, yaitu 0.5 to 2 % di negara barat dan 0.1 to 0.8% di negara-negara Asia. Meskipun demikian, sebagian besar penderita Hepatitis B kronis dapat menjalani hidup yang sehat dan bahkan berumur panjang asalkan meminum obat-obat antivirus yang sesuai. Hingga saat ini obat yang tersedia memang belum dapat menyembuhkan infeksi hepatitis B kronis, namun obat-obatan tersebut dapat mengontrol dan menghentikan kerusakan hati oleh virus Hepatitis B. 

    Bila seseorang terkena Hepatitis B akut, biasanya tidak akan diberikan terapi obat antivirus atau terapi khusus lainnya, namun pada kondisi tertentu seperti infeksi hepatitis B akut yang berat (fulminan) diperlukan terapi suportif saja. 

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dilakukan bila anda menderita Hepatitis B akut:

    1. Banyak istirahat serta tidur cukup
    2. Mengurangi stress
    3. Membatasi konsumsi alkohol dan rokok
    4. Makan makanan bergizi seimbang
    5. Aktivitas fisik dan olahraga secukupnya

    Hal-hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan organ hati anda serta membantu tubuh memperkuat sistem imunitas untuk melawan infeksi virus hepatitis B.

     

    Beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk mencegah penularan dalam keluarga antara lain:

    1. Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual
    2. Menutup luka terbuka dengan plester atau perban
    3. Jangan mendonorkan darah, organ, jaringan, atau sperma
    4. Tes hepatitis B untuk seluruh keluarga dekat dan orang yang tinggal 1 rumah serta melakukan vaksinasi hepatitis B untuk orang yang berisiko (pasangan seksual)
    5. Jangan menggunakan jarum suntik bersama-sama
    6. Membersihkan tumpahan darah dengan pemutih

     

    Hepatitis B tidak menular dengan :

    1. Pelukan atau ciuman
    2. Menggunakan alat makan atau minum bersama-sama
    3. Bersin atau batuk
    4. Menyusui

     

    Sekian jawaban dari saya, semoga dapat bermanfaat

     

     dr. Irna Cecilia