Tanya Dokter

  • Bolehkah penderita hepatitis B melakukan vaksin

  •  Angga
    Anggota
    Halo dokter. Saya sudah sudah terkena hepatitis b bertahun-tahun. Tapi sampai saat ini setiap tes sgot sgpt selalu normal, warna urin juga normal, tp tes antibodi untuk virus masih belum muncul. Apakah boleh penderita hepatitis b melakukan vaksin hepatitis b agar muncul antibodi ? Terima kasih
    Angga  dr. Irvandi
    Dokter

    Halo Angga,

     

    Hepatitis B merupakan terjadinya infeksi akibat virus hepatitis tipe B yang menimbulkan peradangan pada organ hati (hepar). Infeksi hepatitis B didapat melalui kontak cairan tubuh seperti darah, sperma atau cairan vagina dari penderita hepatitis B. Beberapa keluhan yang muncul akibat infeksi hepatitis B diantaranya mual dan muntah, nyeri pada perut kanan atas, kekuningan pada tubuh, atau terjadi penurunan berat badan yang signifikan.

     

    Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi hepatitis B diperlukan pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah untuk mendeteksi baik antibody terhadap hepatitis B atau dengan mencari antigen dari virus hepatitis B di dalam tubuh. Umumnya apabila terjadi pajanan pada pada virus hepatitis B akan terbentuk antibody terhadap virus hepatitis B sehingga umumnya tidak diperlukan melakukan vaksinasi hepatitis B. Pemberian vaksinasi ditujukan untuk membentuk antibody sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi pada tubuh.

     

    Sebaiknya pada keadaan dimana hasil pemeriksaan terhadap virus menghasilkan positif (HBsAg positif) namun pemeriksaan anti HBv menghasilkan negatif, sebaiknya lakukan konsultasi ulang dengan dokter dengan menyertakan hasil pemeriksaan yang telah anda lakukan sehingga dapat dipertimbangkan untuk pemeriksaan laboratorium ulang untuk memeriksa adanya antibody virus di dalam tubuh sebelum mempertimbangkan melakukan vaksinasi.

     

    Selain itu, sebaiknya anda tetap mengkonsumsi obat hepatitis B secara teratur sesuai dengan anjuran dari dokter yang melakukan pemeriksaan pada anda dan hindari untuk melakukan perilaku berisiko seperti melakukan seks bebas atau menggunakan narkoba jenis jarum suntik. 

     

    Semoga informasi ini bermanfaat.


    Salam,

     

    dr. Irvandi