Tanya Dokter

  • Jantung sering berdegup kencang dan nyeri dada

  •  hikma nisa
    Anggota

    dok , saya mau bertanya, kenapa jantung sering berdegup kencang dan nyeri pada dada ya ? saya punya riwayat hipertensi, apakah itu ada hubunganya ? lalu obat yang tepat apa ya ? serta konsumsi makanan apa saja untuk penderita hipertensi

    Hallo Hikma Nisa, terima kasih telah bertanya di Alodokter :')

    Keluhan nyeri dada dan jantung yang berdegup kencang dapat disebabkan oleh hal yang normal hingga disebabkan oleh gangguan organ tubuh. Keadaan - keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan jantung berdegup kencang dan nyeri dada, yaitu :

    • Kelelahan
    • Kurang istirahat
    • Stress fisik
    • Stress psikis
    • Kurang tidur
    • Peregangan otot dada berlebih
    • Penyakit akibat peningkatan asam lambung (MaagGastritis, atau GERD)
    • Hipertenti atau tekanan darah tinggi
    • Penyakit Jantung

    Sebelumnya yang ingin saya tanyakan sudah berapa lamakah anda mengidap penyakit hipertensi ? obat - obatan apa yang rutin dikonsumsi ? Berapakah usia anda saat ini?

     

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Peningkatan tekanan darah dapat menjadi suatu kondisi yang normal jika peningkatan tekanan darah terjadi saat :

    • Gugup
    • Pasca aktivitas fisik berat
    • Saat merasakan nyeri atau sakit
    • Strees
    • Saat menghadapi tekanan
    • Pasca berolahraga.

    Mengapa dikatakan normal ? Karena pada kondisi - kondisi tersebut diatas jantung sedang dipacu untuk meningkatkan kerjanya dalam memompa darah untuk dialirkan ke organ - organ target dalam memenuhi kebutuhan organ tersebut. 

    Diagnosis hipertensi atau tekanan darah tinggi ditegakkan jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan dalam kondisi tenang, tekanan darah Anda tetap mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

    Penyebab hipertensi primer atau 90% kasus hipertensi terjadi karena disebabkan oleh hal yang belum diketahui. Namun faktor berkurangnya elastisitas pembuluh darah dan meningkatnya resistensi perifer menjadi salah satu alasan kuat terjadinya hipertensi primer. Beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi primer , yaitu:

    • Usia
    • Faktor keturunan
    • Merokok
    • Kelebihan berat badan atau obesitas.
    • Kurang olah raga
    • Kadar garam yang tinggi dalam makanan. 
    • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras
    • Stres

      Sementara hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan oleh kondisi dasar tertentu. Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder :

      • Diabetes.
      • Penyakit ginjal.
      • Penggunaan obat-obatan tertentu
      • Penyempitan pembuluh darah (arteri) yang mengalirkan darah ke ginjal.
      • Gangguan hormon, khususnya tiroid.

        Gejala penyerta yang timbul bersamaan dengan peningkatan tekanan darah biasanya meliput :

        • Nyeri kepala
        • Nyeri tengkuk belakang kepala
        • Mual
        • Dada berdebar - debar

        Pengobatan hipertensi terdiri dari beraneka macam golongan obat, mulai dari golongan ACE Inhibitor, Beta Blocker, Calsium Channel Blocker, dll. Obat - obatan ini biasanya dokter berikan tergantung dari kondisi dan kebutuhan pasien. Oleh karena itu obat - obatan ini merupakan obat yang memerlukan resep dari dokter. 

        Untuk menentukan penanganan yang paling tepat bagi anda, sebaiknya kembali periksakan diri anda ke dokter, agar dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik secara langsung terhadap anda, dan juga pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung dan lab darah untuk menegakkan diagnosis pasti keluhan yang anda alami serta untuk menentukan pula penanganan yang tepat untuk anda.

         

        Beberapa hal yang dapat anda lakukan :

        • Istirahat yang cukup
        • Tidur malam minimal 7 jam
        • Management stress yang baik
        • Hindarkan diri dan pikiran dan stress yang belebih
        • Olahraga rutin, terutama olah raga yoga yang dapat membantu relaksasi diri dan psikologi anda
        • Hindari konsumsi garam dan bahan penyedap rasa (mecin, MSG, dll)
        • Hindari makanan yang berlemak
        • Hindari makanan yang berkolesterol tinggi seperti jeroan, hati, otak, dan paru
        • Batasi konsumsi santan
        • Hindari makanan laut seperti ikan asin, lobster, kepiting dan cumi - cumi (terutama cumi asin)
        • Konsumi air putih minimal 1,6 L per hari.

        Semoga informasi ini bermanfaat :')

         - dr. Lia N. Amalina