Tanya Dokter

  • Hipokondria

  • Dokter... tmn sy ada yg bgtu ketakutan dgn penyakit.. bhkan kdg hal2 sepele pun dia hrus bolak balik ke dokter.. sy udh search di internet.. kt nya itu brhubungan dgn gangguan hipokondria... dia kalo brgaul biasa2 aja dok.. tpi klo mslh penyakit dia ketakutan... apakah ada cara untuk menyembuhkannya dok?? Trims

    Halo,   Belum tentu teman Anda mengalami hipokondriac, karena untuk mendiagnosa seseorang hipokondriak adalah bahwa orang tersebut tidak sakit namun mengeluh sakit. Sementara ketakutan berlebih akan sesuatu penyakit belum bisa dikategorikan sebagai hipokondria. Gangguan teman Anda bisa jadi disebabkan karena :

    1. gangguan cemas.
    2. Sindrom stress paska trauma 
    3. dll.
    Hipokondria adalah gangguan mental dimana seseorang sangat takut terkena penyakit serius / mematikan. Kondisi ini mirip seperti gangguan kecemasan berlebih terhadap kesehatan dirinya sendiri. Gangguan mental ini akan sangat mempengaruhi proses bergaul dalam kehidupan sehari hari, dan jika seseorang mengalami satu keluhan kesehatan maka gangguan akan mulai timbul dan berusaha mencari pengobatan baik medis maupun psikis secara berlebihan namun tidak mempercayai hasil pemeriksaan pakar sehingga lebih sering berganti ganti dokter atau pengobatan tanpa menyelesaikan satu terlebih dahulu. Jadi untuk mendiagnosa seseorang terkena hipokondriac akan memerlukan beberapa syarat yaitu :
    1. mengalami satu keluhan penyakit > 6 bulan.
    2. Sering berganti dokter atau pengobatan lain tanpa menyelesaikan 1 terapi terlebih dahulu.
    3. Tidak mempercayai hasil pemeriksaan medis yang menyatakan bahwa dirinya baik baik saja.
    4. Keluhan mungkin mereda saat pemeriksaan fisik dilakukan namun akan kembali begitu terapi dimulai dan tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
    5. Mempengaruhi kehidupan sosial dan pekerjaan.
    Penanganan penyakit ini biasanya akan meliputi :
    1. Obat obatan anti depresi.
    2. Terapi perilaku kognitif
    3. terapi kelompok.
    yang akan dilakukan oleh psikiater atau psikolog. Semoga bermanfaat.   dr. Yusi