Tanya Dokter

  • HIV dan keturunan

  •  indah_hazri
    Anggota

    Pagi dokter. Saya punya pacar yg ternyata dia terkena HIV sjak 2006 YLL. Selesai kuliah S3 nya nanti..dia mau mnikahi sya. Saya bingung sekali bagaimana nanti berumah tgga..yg saya khawatirkan soal keturunan. Saya belm menemukan referensi ttg buku yg menyatakan penderita HIV dapat menikah dan memiliki keturunan tanpa menularkan virus HIV thp pasangan dan anaknya. Saya tdk puas dan tdk yakin klo hanya ref dari internet saja. Saya minta tlg dokter..apakah ada jual buku tsb.. Klo ada saya mau beli dr dokter... Terimakasih

    indah_hazri  indah_hazri
    Anggota

    Pagi dokter. Saya punya pacar yg ternyata dia terkena HIV sjak 2006 YLL. Selesai kuliah S3 nya nanti..dia mau mnikahi sya. Saya bingung sekali bagaimana nanti berumah tgga..yg saya khawatirkan soal keturunan. Saya belm menemukan referensi ttg buku yg menyatakan penderita HIV dapat menikah dan memiliki keturunan tanpa menularkan virus HIV thdp pasangan dan anaknya. Saya tdk puas dan tdk yakin klo hanya ref dari internet saja. Saya minta tlg dokter..apakah ada jual buku tsb.. Klo ada saya mau beli dr dokter… Terimakasih

    indah_hazri  Dr. Liyadi
    Anggota

    Hi Sekarang penyakit HIV jauh lebih bisa ditangani dokter-dokter dibanding dulu. Dulu, HIV merupakan suatu penyakit yang dilihat fatal dan sangat berdampak pada panjangnya hidup seseorang. Tapi dengan obat-obatan dan cara penanganan yang ada sekarang, kendali HIV dalam hidup penderitanya bisa dikurangi. Bukan tidak mungkin untuk seorang penderita HIV untuk mempunyai pasangan dan anak yang tidak tertular HIV. Cara penanganan akan berbeda-beda untuk beda pasangan. Ada pasangan dengan istri yang menderita HIV dan ada juga yang suami sebagai penderita HIV. Dalam pasangan yang mana suami nya seorang penderita dan istrinya bukan, mereka bisa merencanakan kehamilan yang aman untuk sang istri dan calon buah hati. Suami akan dianjurkan untuk menjalani pengobatan HIV selama setidaknya 6 bulan hingga virus HIV di dalam darah mencapai tingkat yang tidak bisa terdeteksi lagi. Selain itu, terdapat cara baru yaitu "sperm washing" di mana cairan sperma di 'cuci' bersih sehingga tidak mengandung virus HIV dan kemudian cairan yang telah dicuci itu dimasukkan ke dalam tubuh wanita dengan menggunakan kateter. Langkah ini mirip dengan langkah bayi tabung. Berikut adalah laman-laman di internet yang saya yakin dapat memberikan indormasi yang bisa dipercayai: http://i-base.info/guides/pregnancy/man-hiv-positive http://i-base.info/guides/pregnancy/what-to-do-when-one-partner-is-hiv-positive-and-the-other-is-hiv-negative http://www.aidsmap.com/How-are-we-going-to-have-a-baby-Im-positive-and-youre-not/page/2541040/ Semoga membantu informasinya. Jika ada anggota forum lain yang mengetahui atau bahkan mengalami situasi yang mirip/sama, mohon di-share di forum ini agar kita saling membantu. Terima kasih.   Dr Liyadi  

    indah_hazri  Dr. Liyadi
    Anggota

    Hi Indah, kalau saya boleh menambahkan, kamu juga bisa ikutan dalam komunitas AIDS Indonesia bersama dengan pasanganmu. Berikut adalah organisasi yang meng-support penderita HIV di Indonesia: http://aids-ina.org/     dan     http://www.spiritia.or.id/index.php Di kedua laman tersebut ada bagian tanya jawab. Saya yakin di sana kamu bisa bertemu dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa dan bisa saling membantu satu sama lain baik dalam berbagi informasi maupun pengalaman. Kamu juga bisa mencari dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman menangani pasien HIV untuk bertanya lebih lanjut lagi.   Dr Liyadi