Tanya Dokter

  • Pengobatan HIV

  •  Ramli Kenan
    Anggota

    dok mau tanya , kan saya bekerja diluar negeri dan akan dapat pulang sekitar 1 tahun lagi dan itupun hanya dapat pulang 14 hari saja . saya mau tanya apakah bisa jika seorang odha bertahan tanpa pengobatan selama kurang lebih 1 tahun dan juga jika bekerja diluar negeri apakah obat ARV bisa di beli hingga 6 bulan sekaligus serta berapa harga jika membeli langsung untuk paket 6 bulan 

    Halo,

    Mari kita jabarkan terlebih dulu info umum mengenai ODHA, HIV dan AIDS. Info ini akan berguna untuk memahami pengobatan ARV.

    ODHA adalah Orang Dengan HIV/AIDS.

    HIV kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh penderita dengan orang sehat melalui hubungan dan kontak seksual dengan penderita, pemakaian jarum suntik bersama-sama pada penyalahgunaan NAPZA, penggunaan alat bantu seksual bersama-sama, penularan dari ibu ke janin/bayi melalui masa kehamilan dan menyusui, melalui transfusi darah dari penderita ke orang sehat. HIV tidak menular melalui keringat dan air seni.

    Infeksi HIV menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang menurun secara perlahan-lahan. Biasanya terjadi selama belasan tahun sampai kekebalan tubuh menjadi sangat rendah dan membuat orang tersebut mudah terinfeksi berbagai penyakit dan mengakibatkan penyakit yang fatal bahkan mematikan. Keadaan menurunnya kekebalan tubuh yang drastis disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), merupakan tahap terakhir dari penyakit HIV/AIDS. Pada kondisi AIDS, seseorang dapat mengalami infeksi oportunistik yang dapat membahayakan nyawa. 

    Perjalanan kondisi HIV/AIDS inilah yang membuat pengobatan ART, kadang diperlukan pada kondisi ODHA yang tertentu.

    Penentuan memulai pengobatan ARV (Anti Retroviral) pada ODHA, berdasarkan pada beberapa aspek medis, sebagai berikut :

    • Analisis pemeriksaan medis langsung dari Dokter, Dokter akan mengevaluasi ODHA berada pada stadium 1/2/3/4, berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisiknya.
    • Jumlah CD4, biasanya dianjurkan bila jumlahnya dibawah 200 dan kecenderungan jumlah CD4 yang menurun.
    • Jumlah limfosit total, pemeriksaan limfosit total cenderung lebih mudah dan murah dilakukan secara berkala. Jumlah limfosit total di bawah 1200 dengan kecenderungan yang menurun dari waktu ke waktu.
    • Viral load, merupakan pemeriksaan penunjang yang menggambarkan jumlah HIV (Human Immunodefficiency Virus). Viral load sebenarnya lebih berguna untuk memprediksi kecenderungan penurunan CD4 dan evaluasi pengobatan.

     

    Keempat hal tersebut di atas, yang digunakan untuk menentukan waktu mulai mengkonsumsi bagi ODHA. Bila ODHA telah memulai pengobatan ART, penghentian tiba-tiba konsumsi tidak diperbolehkan. Pada kondisi tertentu, memang dimungkinkan penghentian pengobatan ART, tapi harus secara bertahap dengan metode tertentu dan hanya dilakukan dengan alasan medis yang kuat. Pertimbangan kondisi ODHA saat menghentikan obat ART juga sangat penting karena menyangkut kemungkinan meningkatnya stadium AIDS dalam waktu singkat. 

    Apakah persediaan obat ART selama 6 bulan memungkinkan untuk disediakan oleh tempat pelayanan kesehatan dan berapa biaya yang harus dibayarkan, tentunya harus ditanyakan langsung kepada petugas administrasi yang bekerja pada tempat ODHA memeriksakan diri. Mengenai kemungkinan membawa obat ART untuk jangka waktu panjang keluar negeri , mungkin harus mempertimbangkan ijin membawa obat di bandara ketika akan naik pesawat/kapal. Ijin membawa obat dalam jumlah sangat banyak, biasanya membutuhkan surat keterangan dari Dokter yang meresepkan obat tersebut. Anda juga perlu mencari info mengenai perijinan masuk ke suatu negara dengan status ODHA, ada beberapa negara yang tidak memberi ijin ODHA masuk ke negara mereka. Konsultasikan kondisi Anda langsung kepada Dokter  yang melayani klinik/RS yang memiliki fasilitas pelayanan HIV/AIDS. Dokter akan mendiskusikan dengan Anda berbagai pilihan yang dapat diambil menyangkut pengobatan ART.

    Silahkan baca lebih lengkap mengenai HIV/AIDS dalam artikel Alodokter dengan klik di sini.

    Demikian info yang dapat Kami bagikan, semoga membantu Anda.

    Salam sehat, Dr. Caecilia Haryu Aryapti.