Tanya Dokter

  • Proses produksi dan pengeluaran ASI

  • bbagaimana terjadi pengeluaran hormon prolaktin dan refleks letdown pada menyusui makasih dokter

    Hai Diniputrilubis,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Proses produksi dan pengeluaran ASI (air susu ibu) diregulasi terutama oleh 2 hormon, yakni prolatin dan oksitosin.

    Hormon prolaktin berperan dalam proses produksi dan sekresi ASI oleh sel-sel di alveoli (kelenjar susu). Level prolaktin dalam darah meningkat saat hamil dan menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan parenkim payudara. Namun, selama hamil tersebut ASI tidak lantas disekresikan dari payudara, karena ada hormon estrogen dan progesteron yang menghambat aksi hormon prolaktin ini. Setelah persalinan, kadar estrogen dan progesteron dalam darah turun dengan cepat, sehingga tidak ada lagi yang menghambat hormon prolaktin. Karenanya, terjadilah sekresi ASI.

    Saat bayi menyusu, kadar prolaktin dalam darah meningkat dan menstimulasi produksi ASI oleh alveolus. Pada minggu-minggu awal menyusui, semakin sering bayi menyusui dan merangsang puting payudara, maka akan semakin banyak  juga hormon prolaktin diproduksi. Akhirnya akan semakin banyak juga ASI yang dihasilkan.

    Selain hormon prolaktin, hormon lain yang berperan langsung dalam menyusui adalah oksitosin. Hormon ini memicu kontraksi sel-sel mioepitel di sekitar alveoli. Dengan cara tersebut, ASI yang sudah terkumpul di alveoli akan dialirkan ke puting payudara. Let down reflex (disebut juga refleks oksitosin atau refleks ejeksi ASI) terjadi ketika aliran ASI sangat deras tanpa bayi perlu menyedot lebih kuat. Bagaimana mekanismenya? Saat bayi menyedot puting payudara atau saat ibu merasa ingin menyusui bayinya (misalnya dengan stimulasi sentuhan, mencium wangi bayi, mendengar suara bayi menangis, memikirkan bayinya), otak akan distimulasi untuk meningkatkan produksi hormon oksitosin. Hormon ini diproduksi secara fluktuatif bergantung juga dari kondisi psikologis ibu. Ketika ibu merasa tenang, bahagia, refleks ini akan lebih mudah dan lebih sering terjadi. Sebaliknya, saat ibu merasa stres, misalnya karena terlalu lelah, merasa nyeri di bagian tubuh tertentu, dan sebagainya, refleks ini akan dihambat.

    Sekian penjelasan dari kami. Anda bisa membaca artikel berikut untuk lebih lengkapnya.

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah