Tanya Dokter

  • hubungan kista dengan nyeri sendi

  • Saya perempuan usia 21 tahun. Saya mau bertanya dokter. Awalnya saya terkena tiroid fever 5 bulan yg lalu. Pertengahan oktober Leher kiri saya bengkak seperti ada benjolan. Yg di takutkan tiroidnya. Yg membuat tenggorokannya perih untuk minum pun sakit. Namun ini kulit saya merah" padahal belum minum obat apapun. Dan kepala belakang saya sakit leher belakang sakit siku" pergelangan kaki tangan lutut hingga jari" kaki tangan pun sakit punggung pun sakit. Hal ini sudah berlangsung selama 2 mingguan. Namun dokter penyakit dalam menyuruh untuk usg dan hasilnya ada kista. Namun kata dokter kandungan, kista tidak ada berhubungan dengan leher dan sendi" yg sakit. Sebenarnya saya sakit apa dokter apa perlu minum obat terus agar saya bisa bergerak bebas.

    Halo Fithri, 

     

    Terima kasih sudah bertanya ke Alodokter.

    Adanya keluhan nyeri kepala dan nyeri pada sendi dapat terkait dengan adanya benjolan di leher dan juga dapat merupakan kondisi yang berdiri sendiri tanpa adanya kaitan dari benjolan di leher ataupun kista di dalam kandungan. Beberapa kondisi yang dapat dipikirkan adanya nyeri sendiri tersebut adalah sebagai berikut: 

    1. Adanya peradangan pada sendi akibat cedera atau trauma
    2. Adanya peradangan akibat adanya infeksi terkait dengan adanya benjolan di leher sebelumnya. Kondisi ini dikenal dengan demam rematik. Selain adanya nyeri sendi, kondisi ini juga ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit. 
    3. Adanya kondisi peradangan kulit yang disertai dengan peradangan pada sendi yang dikenal sebagai psoriatis arthritis
    4. Adanya gangguan metabolik. Gangguan dari metabolisme jenis makanan teretntu dapat menyebabkan gangguan atau keluhan pad apersendian misalnya asam urat
    5. Adanya kondisi penyakit autoimun. 
    6. Adanya kondisi medis lainnya. 

    Kondi-kondisi di atas dapat menyebabkan keluhan Anda saat ini dan dapat juga disebabkan adnaya penyakit medis lainnya. Untuk penanganan seperti apa sangat bergantunf dari jenis nyeri sendi yang ada, perlunya kembali ke dokter penyakit dalam Anda sebelumnya. Konsultasikan kembali pemeeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan sendi itu sendiri ataupun pemeriksaan rontgen. Dengan demikian dapat dilakukan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda demi mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. 

     

    Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat. 

     

    Salam, dr. Tiwi