Tanya Dokter

  • hubungan lambung dengan serangan panik

  •  Ajun Liem
    Anggota

    Malam dok. Saya mau tanya, mengapa ketika lambung saya kurang enak(kembung, telat makan, dan masalah lambung lainnya) memicu terjadinya serangan panik. Terkadang tulang dada sebelah kiri jika ditekan akan sendawa. Apakah serangan panik pemicunya adalah lambung? Makasi

    <noscript>activate javascript</noscript>

    Dear Ajun, Lambung terletak di perut kiri atas. Saluran makan (kerongkongan) dari mulut akan melewati dada kemudian menembus diafragma masuk ke dalam lambung. Saluran cerna khususnya lambung, sejak zaman dahulu dikenal dengan sebutan "otak kedua". Artinya apa yang terjadi di otak pertama dapat mempengaruhi otak kedua, demikian sebaliknya apa yang terjadi pada otak kedua akan mempengaruhi otak pertama. Hal ini kemungkinan karena ada saraf otak kesepuluh yang membentang dari otak sampai ke saluran cerna. Namun ini pun baru berupa dugaan. Stres yang kita alami bisa mempengaruhi lambung. Sebaliknya masalah pada lambung dapat pula memicu stres, contohnya serangan panik. Serangan panik dapat disebabkan oleh:

    • problem kesehatan seperti thyroid yang overaktif, masalah jantung atau pernapasan
    • depresi atau gangguan mood yang lain
    • penyalahgunaan alkohol
    • terlalu banyak nikotin atau kafein
    • menggunakan obat-obatan tertentu seperti obat asma dan obat jantung
    • menggunakan obat-obatan terlarang
    • hidup dengan tingkat stres yang tinggi
    Gejala serangan panik sbb:
    • perasaan intens takut, teror, atau cemas
    • gangguan pernapasan
    • nyeri dada
    • denyut jantung tidak teratur
    • berkeringat
    • mual atau keluhan lambung
    • pusing dan gemetaran
    • baal atau kesemutan
    Anda dapat berkonsultasi dengan psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa) agar keluhan panik Anda dapat ditelusuri asalnya supaya terapi yang tepat dapat diberikan. Jangan malu berkonsultasi dengan psikiater karena psikiater bukan saja untuk "orang gila" tetapi juga orang normal yang memerlukan pertolongan. Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat. Salam, dr. Rony Wijaya