Tanya Dokter

  • Penanganan utnuk ISK

  •  deana
    Anggota
    sore dok, ak deana umur 23 tahun.. jd bulan lalu aku tes urin itu menunjukkan adanya esterase lekosit 2+ dan bakteri 1+.. stelah itu minum antibiotik levofloxacin abis 9 butir dan kemaren tes lagi tp trnyata esterase lekosit nya masih ttp 2+ dan bakterinya jd 2+.. bulan lalu baru sekitar 1 minggu lebih selesai haid dan kemaren itu menjelang haid. jd itu gimana ya dok apakah serius? dan penanganannya gimana saya bingung.. trimakasih
    deana  dr. Irvandi
    Dokter

    Halo deana,

     

    Pemeriksaan urinalisa adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa urin dengan berbagai indikator seperti warna, kekeruhan, epitel, adanya sel darah merah (eritrosit), adanya sel darah putih (leukosit) dan bakteri pada urin.

     

    Adanya bakteri pada urin adalah hal yang normal apabila jumlah bakteri tidak banyak (dalam batas normal) namun selain itu dapat juga disebabkan karena adanya infeksi pada sepanjang saluran kemih dari ginjal hingga saluran kemih bagian bawah terutama apabila ditemukan keluhan seperti nyeri pada saat berkemih, nyeri pada perut bagian bawah kanan atau kiri, nyeri pada pinggang demam ringan atau dengan rasa tidak puas setelah berkemih.

     

    Sebaiknya pada kondisi ini, anda melakukan konsultasi dengan dokter yang memberikan pengobatan kepada anda sebelumnya dengan membawa hasil pemeriksaan urinalisa yang anda lakukan sehingga dapat dilakukan evaluasi terhadap pengobatan yang telah dilakukan dan penatalaksanaan lain yang dapat diberikan apabila masih terdapat keluhan yang anda alami.

     

    Sementara itu, beberapa anjuran yang dapat anda ikuti diantaranya hindari kebiasaan menahan keinginan berkemih dan cukup minum air putih. Anda juga diharapkan untuk selalu membersihkan area intim dengan mencuci menggunakan air mengalir yang bersih dan sabun yang lembut serta keringkan sampai benar-benar kering. Rutinlah mengganti celana dalam setidaknya 2 kali dalam sehari.

     

    Semoga informasi ini bermanfaat.

     

    Salam,

     

    dr. Irvandi