Tanya Dokter

  • Apa saya berisiko tinggi terjangkit HIV?

  •  and247
    Anggota

    Malam dokter.. saya baru pertama Kali melakukan seks dgn psk yg TDK jelas status HIV nya..saya melakukan seks tanpa kondom... apakah mungkin saya terinfeksi hiv...saya sangat cemas sekali.. mohon balasannya..terima kasih...

    and247  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat sore, Tidak dapat langsung dipastikan bahwa anda terinfeksi HIV, sebaiknya Anda segera mendatangi VCT, untuk konseling dan melakukan test HIV, agar dapat diketahui secara pasti sejak dini apakah terinfeksi atau tidak. Test dapat dilakukan pada 3 bulan dan 6 bulan setelah melakukan hal beresiko. Gejala memang biasanya tidak muncul pada pasien dengan HIV, namun akan muncul saat HIV sudah berkembang menjadi AIDS, yaitu saat system kekebalan tubuh benar-benar sudah dihabisi oleh virus. Penting untuk diingat, sebaiknya dalam masa-masa pemeriksaan ini, Anda tidak dulu melakukan hubungan seksual, melakukan transfusi darah atau hal-hal lain yang dapat mentransmisikan virus, sampai sudah diyakini benar bahwa hasil pemeriksaan negatif. HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus, yaitu virus yang menyerang dan merusak sel-sel kekebalan tubuh, sehingga seseorang yang terjangkit virus tersebut secara perlahan akan mengalami kemunduran fungsi sel-sel kekebalan tubuhnya, dan akan menjadi lebih potensial dan lebih rentan untuk terserang infeksi. Virus tersebut dapat ditularkan dari orang dengan HIV melalui pertukaran cairan tubuh, seperti:

    • Hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi tanpa pengaman (kondom), baik hubungan seksual, oral seks ataupun anal seks. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui dinding tipis di vagina, penis, mulut atau anus ketika melakukan seks. Resiko tertinggi terjadi nya penularan pada anal seks dan pada orang yang berganti-ganti pasangan seksual.
    • Penggunaan obat-obatan injeksi menggunakan jarum suntik bekas atau jarum suntik milik orang lain yang terinfeksi HIV.
    • Transmisi ibu ke bayi selama kehamilan, kelahiran ataupun menyusui
    • Transmisi melalui komponen darah pada saat transfusi darah
    • Transmisi melalui transplantasi organ milik seseorang yang mengidap HIV
    • Transmisi pada tenaga kerja kesehatan akibat kecelakaan kerja berupa tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh pasien, ataupun kontaklangsung terhadap darah atau cairan tubuh lain.
    Segera setelah masuknya virus HIV ke dalam tubuh seseorang, virus memulai aktivitas replikasi (pembelahannya), dan tingkat replikasi terbesar terjadi pada awal-awal bulan setelah menginfeksi seseorang, dengan demikian jumlah virus dalam tubuh orang tersebut sangat tinggi sedangkan penderita belum memiliki gejala dan tidak menyadari, sehingga pada masa tersebut penularan virus ke orang lain sering terjadi. Maka dari itu jika terdapat salah satu faktor resiko diatas, maka lebih baik segera dilakukan pemeriksaan HIV. VCT adalah proses pemeriksaan HIV yang dilakukan secara sukarela dan dijamin kerahasiaanya dan diiringi dengan kegiatan konseling bersama konselor yang memahami sepenuhnya tentang penyakit dan pemeriksaan. Konseling akan dilakukan sebelum test, pada saat test dan setelah test. Tujuan dari konseling adalah agar anda mengerti mengenai mekanisme penyakit, cara penularan, pencegahan, proses dan cara pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan apa artinya, serta tindak lanjutan dari hasil pemeriksaan. Selain itu konselor juga akan membantu anda untuk menjawab segala pertanyaan dan kebingungan anda. Anda tidak perlu khawatir karena kerahasiannya terjamin. Untuk lebih jelasnya mengenai HIV silahkan baca artikel HIV dan AIDS Memeriksakan Diri untuk Infeksi HIV Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.