Tanya Dokter

  • Sulit menahan kencing setelah berhubungan intim

  •  genta
    Anggota
    Selamat malam dok, maaf saya mau tanya. sebulan yang lalu saya dengan istri berhubungan intim pada saat menstruasi hari ke 4. namun setelah berhubungan kenapa istri saya jadi sulit untuk menahan kencing? dan sudah satu bulan lebih seminggu masih blm mens. apakah ada indikasi infeksi saluran kencing atau hamil dok? terimakasih

    Halo genta, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Sulit menahan kencing memang bisa menjadi pertanda dari infeksi saluran kencing dan bisa juga menjadi pertanda kehamilan. Namun demikian, bila anda dan isteri anda melakukan hubungan seksual di hari keempat isteri anda menstruasi dan tidak melakukan hubungan seksual lagi setelahnya, kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil. Selain itu, gejala sering kencing hingga sulit menahan kencing pada kehamilan biasanya baru akan di mulai saat rahim telah mengalami pembesaran, yaitu pada usia kehamilan 9-16 minggu. Gejala tersebut akan membaik di trimester kedua, dan akan kembali memberat pada trimester ketiga.

    Gejala sulit menahan kencing bisa terjadi pada beberapa kondisi, diantaranya adalah:

    1. infeksi saluran kencing
    2. batu saluran kencing
    3. minum terlalu banyak cairan
    4. minum terlalu banyak kopi atau alkohol
    5. penyakit diabetes
    6. penggunaan obat-obatan diuretik
    7. sindrom overaktif buli, yang terjadi karena otot-otot buli (kandung kencing) berkontraksi secara tidak disadari meskipun jumlah kencing di dalamnya masih sangat sedikit
    8. infeksi pada vagina
    9. stroke dan gangguan persarafan ke saluran kencing
    10. tumor atau kanker pada saluran kencing
    11. dan lain-lain

     

    Untuk dapat memastikan penyebab gejala yang dialami oleh isteri anda, ada baiknya isteri anda memeriksakan diri ke dokter. Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu dengan menggunakan test pack, untuk memastikan bahwa isteri anda tidak hamil, serta melakukan pemeriksaan lainnya seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan kencing, pemeriksaan cairan keputihan (bila terdapat keputihan), serta USG, CT scan, sistoskopi bila memang diperlukan. Segera periksakan diri ke dokter bila terdapat gejala-gejala berikut ini:

    1. terdapat darah dalam kencing
    2. nyeri saat kencing
    3. terdapat demam
    4. terdapat nyeri pinggang dan mual muntah

    Terapi yang diberikan oleh dokter akan menyesuaikan dengan hasil temuannya. Bila memang terdapat infeksi pada saluran kencing, maka terapi yang diberikan adalah terapi antibiotik.

    Bila memang yang dialami isteri anda adalah infeksi pada saluran kencing, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala infeksi saluran kencing :

    1. Banyak minum air putih
    2. Istirahat cukup
    3. Menggunakan bantal panas di perut bawah atau pinggang belakang bila terdapat nyeri pada perut bagian bawah
    4. Bila terdapat nyeri dan demam, dapat digunakan obat seperti Parasetamol. Sebaiknya hindari obat seperti Aspirin atau Ibuprofen.

     

    Beberapa hal yg dapat dilakukan untuk mencegah infeksi berulang pada saluran kencing antara lain:

    1. jangan menahan kencing
    2. banyak minum air putih
    3. jangan gunakan spermisida untuk kontrasepsi
    4. kencing setelah melakukan hubungan seksual
    5. membersihkan diri setelah BAB dari arah depan ke belakang

     

    Sementara itu, isteri anda juga dapat mencoba untuk melakukan test pack sendiri di rumah. Dalam penggunaan test pack, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan:

    1. Lakukan pemeriksaan saat telah terjadi keterlambatan menstruasi agar hasil yang didapat lebih akurat
    2. Gunakan kencing pertama di pagi hari untuk pemeriksaan
    3. Baca petunjuk pemakaian dengan teliti sebelum menggunakan test pack, jangan membaca hasil test pack lebih dari 5 menit setelah dicelupkan
    4. Bila didapatkan hasil negatif, isteri anda disarankan untuk mengulang pemeriksaan 3-7 hari setelahnya (bila belum menstruasi)

     

    Sekian informasi dari saya, semoga menjawab

     

    dr. Irna Cecilia