Tanya Dokter

  • Sulit dapat anak padahal sudah berhenti KB sejak 4 bulan lalu

  • dok saya ingin hamil lg yg k 2 kok susah ya pdahal berhenti kb 4 bln yg lalu...mhon info dan sarannya...

    Hallo Sasmita, Pertama saya ingin menjelaskan bahwa Keluarga Berencana (KB) adalah suatu metode atau alat untuk mengendalikan jumlah dan jarak anak. KB dapat dilakukan melalui beberapa metode dan alat, seperti berikut ini:

    •  Metode penghalang (barrier): seperti kondom untuk pria ataupun wanita
    • Metode hormonal: Seperti pil KB, suntikan, implant, patch/tempel
    • Alat dalam rahim (Intrauterine Devices): Seperti spiral dan Copper-T
    • Sterilisasi: pengikatan tuba (jalur sperma untuk bertemu sel telur, sehingga dengan diikatnya tuba, sperma tidak dapat bertemu sel telur, dan tidak terjadi pembuahan atau hamil), atau dengan vasectomy (pemutusan saluran keluar sperma untuk ejakulasi pria)
    • KB alami: Dengan mengukur ritme menstruasi, suhu tubuh, ataupun lendir vagina
    Dari beberapa metode atau alat KB tersebut diatas, yang paling sering dipakai dan membuat masalah seperti anda alami adalah metode hormonal. Jika menggunakan metode hormonal berupa pil, maka anda akan ovulasi (siap hamil) dalam waktu 1-2 minggu setelah pil terakhir, dan menstruasi akan terjadi 4-6 minggu setelah pil terakhir. Jika siklus menstruasi anda sebelumnya tidak teratur, setelah menggunakan pil KB siklus menstruasi anda akan sama seperti sebelumnya. Jika anda tidak mendapat menstruasi selama beberapa bulan setelah berhenti pil, maka anda mengalami post-pill amenorrhea (tidak mens setelah menggunakan pil). Normalnya anda akan mendapat menstruasi dalam 3 bulan setelah menghentikan pil, walau begitu ada beberapa wanita yang tidak menstruasi selama beberapa bulan. Ingat untuk melakukan tes kehamilan jika tidak menstruasi selama 3 bulan. Jika menggunakan metode hormonal berupa suntikan, memang wajar jika setelah berhenti suntik masih butuh waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan sampai siklus hormonal/menstruasi kembali normal. Untuk lebih jelas, ada baiknya anda mengunjungi dokter kandungan untuk konsultasi lebih lanjut. Semoga membantu, Dr. Yosephine U.L. Simanungkalit

    terimakasih dok sangat membantu sekali...