Tanya Dokter

  • Hasil lab sperma

  •  enumbinak
    Anggota

    Selamat malam pak dok, saya ingi bertanya saya sudah menika 5 tahun tapi belum memiliki anak, usia saya sudah 45 tahun, sedangkan istri saya tidak ada masalah dan kami berdua sudak perikasa ternyata saya yang bermasalah. Dan hasil lab analisa sperma kesimpulannya ASTENOTERATOZOZSPERMIA DISERTAI LEUKOSITOSPERMIA, apakah hasil ini bisa disembuhkan atau tidak kalau bisa apa nama obatnya, dan apakah usia saya 45 tahun apak ini mempengaruhi atau tidak.

    Demikian atas pertanyaan saya ini saya berharap pak dok bisa memberi jawaban yang dapat di mengerti. Terima kasih.

    Halo enumbinak, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Asthenozoospermia  adalah kondisi di mana terjadi kelainan motilitas (pergerakan) sperma. Teratozoospermia adalah kondisi di mana terjadi kelainan morfologi (bentuk) sperma. Asthenoteratozoospermia berarti terjadi kelainan pada motilitas dan morfologi sperma. Kondisi asthenozoospermia dapat disebabkan oleh beberapa hal:

    1. Penyakit genetik tertentu
    2. Sperma yang tua
    3. Merokok dan penggunaan alkohol
    4. Paparan pestisida dan logam berat
    5. Peningkatan suhu testis misalnya karena sering berendam air panas, sauna, atau menggunakan celana terlalu ketat
    6. Varikokel
    7. Infeksi pada saluran kencing dan organ reproduksi
    8. Terdapat antibodi terhadap sperma, dimana sistem imun menyerang sperma sendiri

     

    Sementara itu, kondisi teratozoospermia tidak diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga terkait dengan kondisi-kondisi seperti:

    1. Pengobatan dengan kemoterapi atau radioterapi
    2. Penggunaan obat-obatan tertentu yang mempengaruhi hormon testosteron, FSH, dan GnRH
    3. Infeksi pada saluran kencing dan organ reproduksi
    4. Trauma pada testis
    5. Penggunaan alkohol dan obat terlarang

     

    Leukositospermia atau yang disebut juga dengan piospermia adalah kondisi di mana terdapat leukosit atau sel darah putih dalam jumlah banyak di dalam cairan semen. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:

    1. infeksi pada organ reproduksi misalnya oleh herpes, gonore, atau klamidia
    2. reaksi peradangan
    3. penyakit autoimun seperti terdapat autoantibodi terhadap sperma, dimana sistem imun menyerang sperma sendiri
    4. striktur uretra atau saluran keluar kencing yang menyempit
    5. varikokel
    6. jarang melakukan ejakulasi
    7. konsumsi alkohol berlebihan serta penggunaan rokok dan marijuana

     

    Setiap kondisi di atas sebagian besar adalah kondisi yang reversibel atau bisa disembuhkan. Namun pertama-tama, perlu dicari tahu terlebih dahulu penyebab pasti gangguan-gangguan tersebut. Sebaiknya anda memeriksakan diri kembali ke dokter dengan membawa hasil tersebut untuk dilakukan analisis dan tata laksana lebih lanjut. Misalnya bila kondisi anda disebabkan karena infeksi, maka terapi terhadap infeksi akan dapat mengembalikan kondisi sperma seperti semula, atau bila disebabkan karena striktur uretra atau varikokel, maka terapi terhadap kondisi-kondisi tersebut akan mengembalikan kondisi sperma menjadi normal. Namun seandainya kondisi tersebut disebabkan karena kelainan genetik tertentu, maka kemungkinan kondisi sperma anda menetap dan tidak bisa diperbaiki. Untuk menghasilkan kehamilan, mungkin diperlukan cara-cara lain misalnya inseminasi buatan yaitu dengan menyuntikkan sperma langsung ke dalam serviks, rahim, atau tuba fallopi, intracytoplasmic sperm injection (ICSI)  yaitu menyuntikkan sperma langsung ke dalam sel telur di dalam tubuh wanita, in vitro fertilization (IVF) yaitu mengeluarkan sel telur dari tubuh wanita dan menyuntikkan sperma secara langsung ke dalam sel telur di luar tubuh wanita dan menanamkan kembali ke dalam rahim.

     

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda coba lakukan:

    1. Makan makanan bergizi dalam jumlah yang cukup, terutama makan makanan yang banyak mengadung vitamin C, vitamin E, serta zinc
    2. Mengurangi paparan terhadap toksin atau logam berat
    3. Berhenti merokok dan minum alkohol
    4. Mengobati kondisi penyakit tertentu seperti varikokel atau infeksi saluran kencing
    5. Menghindari paparan panas seperti berendam di air panas terlalu lama dan hindari juga penggunaan celana terlalu ketat

     

    Sekian informasi dari saya, semoga dapat menjawab

     

    dr. Irna Cecilia