Tanya Dokter

  • Apakah sakit maag saya sudah kronis?

  • Malem dok, saya astri umur 23 thn. Sudah lebih 2 minggu maag saya tidak sembuh2. Sudah ke dokter jg dan sudah diberi beberapa obat namun obat hampir habis tp blm sembuh jg. Gejala yg paling sering adlh saya sering sekali lapar pdhl baru beberapa jam sudah mkn dan jika tidak buru2 makan perut rasanya perih dan sakit sekali. Saya kena maag apa ya dok? Apa harus usg kah ? Terima kasih

    Hai Astri, Sakit maag / gastritis merupakan peradangan lambung, biasanya akibat iritasi lambung oleh produksi asam lambung berlebih. Istilah "maag" sendiri berarti "lambung" sedangkan istilah "akut" berarti "mendadak", berbeda dari pikiran kebanyakan orang yang mengira "akut" adalah "parah". Rasa perih dan nyeri perut disertai perubahan pola makan kemungkinan menandakan adanya sakit maag, namun juga bisa disebabkan oleh:

    Anda sebaiknya memeriksakan diri ke Dokter untuk mendapatkan penggalian riwayat dan pemeriksaan fisik secara langsung. Selain itu, Anda juga mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti endoskopi (peneropongan lambung melalui alat khusus) bila dirasa perlu. USG biasanya digunakan untuk menilai organ padat/terisi cairan seperti ginjal dan rahim, namun tidak digunakan untuk menilai organ berongga seperti lambung. Untuk sementara waktu, Anda dapat mencoba untuk:
    • Menjaga pola makan yang teratur, berikan selingan makanan di antara makan pagi/siang/malam. Contoh: makan pagi pukul 7, snack pagi pukul 10, makan siang pukul 13, snack sore pukul 16 dan makan malam pukul 19. Menu makanan bisa dipilih yang rendah kalori untuk menjaga berat badan tetap ideal
    • Selalu sediakan makanan "darurat" manakala Anda tidak sempat makan sesuai jadwal, makanan darurat bisa berupa roti, biskuit atau kue-kue kecil dan sebagainya
    • Menghindari makanan asam, pedas, berminyak, kopi, alkohol dan soda
    • Hindari kekenyangan atau minum air kebanyakan - ini bisa memberatkan kerja lambung
    • Mengelola stress dengan baik
    • Istirahat cukup setiap harinya
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma