Tanya Dokter

  • Jantung terasa sering berdebar setelah masuk masa menopause

  • Hai dok, saya mau tanya. Mama saya berusia 55 tahun, dan baru tahun kemarin mama saya berhenti menstruasi. Sejak dari situ mama saya merasa jantung berdebar (beberapa detik lalu normal kembali) tanpa rasa sesak, sakit ataupun Pusing. Apakah ini normal terjadi? Apa yang harus dilakukan ya dok?

    Halo Maria,

    Terima kasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Berhentinya siklus menstrusai atau dalam bahasa medis disebut dengan Menopause adalah keadaan terhentinya siklus menstruasi selama sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 12 bulan ( 1 tahun). Menopause sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu :

    1. Premenopause, tahap dimulainya menopasue biasanya terjadi di usia sekitar 4o tahun. Gejala yang muncul seperti siklus haid menjadi tidak teratur, jumlah perdarahan yang cukup banyak dan disertai nyeri haid.
    2. Perimenopause, fase peralihan antara premenopause dan postmenopause. Lama fase ini antara 4-5 tahun, namun dapat juga terjadi dalam beberapa bulan atau sampai 10 tahun dan berakhir dalam waktu 1 tahun setelah fase menopause dimulai. Gejala yang di rasakan kurang lebih sama dengan fase premenopasue, namun keluhan akan memuncak pada fase ini.
    3. Menopause, fase dimana siklus menstrusai berhenti dalam waktu 12 bulan berturut-turut dengan kondisi wanita yang masih memiliki rahim, tidak hamil dan tidak sedang menyususi.
    4. Postmenopause, tahap awal setelah 12 bulan siklus menstrusai berhenti.

    Gejala-gejala yang sering muncul pada tahapan menopause, terutama pada fase perimenopause, yaitu :

    • Hot flashes. Sensasi rasa panas, mudah berkeringat, jantung berdebar-debar. Keluhan ini lah yang dirasakan sebagai pemberat pada tahapan menopause.
    • Kesulitan tidur. Keluhan ini dapat terjadi akibat dari keluhan hot flashes dan perubahan dari keadaan normal tubuh dalam menghadapi menopasue
    • Nafsu makan bertambah. Keluhan ini diduga karena respon tubuh yang terus memproduksi hormon estrogen sehingga membutuhkan banyak lemak.
    • Vagina kering. Menurunya produksi hormon estrogen akan berpengaruh terhadap berkurangnya cairan pada vagina.
    • Sulit menahan kencing. Hal ini terjadi karena berkurangnya kelenturan otot-otot halus sehingga ikut mempengaruhi otot pada saluran kemih.

    Selain keluhan yang melibatkan fisik, keluhan secara psikis juga dapat ditemui seperti udah tersinggung, cemas, depresi, rasa kesepian dan gangguan daya ingat. Keluhan-keluhan yang terjadi ini masih dapat dikatakan normal karena setiap wanita pasti akan mengalaminya. Beberapa hal yang dapat anda lakukan :

    • Memberikan pengertian kepada orang tua anda, jika hal ini merupakan hal yang umumnya terjadi pada setiap wanita dalam fase menopause
    • Kurangi keluhan berkeringat dengan menggunakan baju yang tipis dan nyaman
    • Manjemen stress
    • Konsumsi makanan bergizi seimbang, jaga berat badan agar tidak jatuh dalam keadaan obesitas
    • Olahraga teratur

    Jika hal-hal tersebut telah dilakukan, tetapi keluhan semakin memberat, sebaiknya temui dokter anda. Dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan keluhan yang anda alami.

    Berikut artikel yang berhubungan Menopuse

    Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.