Tanya Dokter

  • Cairan putih yang keluar dari vagina wanita setelah berhubungan intim

  •  Reza1602
    Anggota
    Dokter, apakah jenis kelamin ini? Sebelumnya saya belum haid dari bulan Januari hingga Maret 2017. Saya menikah dibilang difebruari. Tetapi hingga saat ini hasil tespect negatif. Kemudian setelah seminggu hubungan intim bersama suami saya. Saya merasakan amat perih di bagian vagina saya. Bahkan mengeluarkan cairan berwarna kekuningan dan gatal ketika cairan itu muncul. Dan buang air kecil pun terasa menyiksa bagi saya . Apakah wajar untuk pernikahan awal atau saya mengidap penyakit ya dokter?

    Hai,

    Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih telah memberikan pertanyaan di Alodokter.com. Saya dr. Radhianie Djan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan anda.

     

     

    Cairan putih yang keluar dari vagina wanita setelah berhubungan ada beberapa kemungkinan seperti:

    ·        Cairan sisa ejakulat: jika ejakulasi dikeluarkan didalam, sebagian cairan sperma akan ditampung di lekukan di belakang leher rahim lalu akan dikeluarkan lagi dari vagina sebagai cairan sisa ejakulat

    ·        Cairan pelumas vagina: saat terangsang wanita akan mengeluarkan cairan pelumas vagina untuk melancarkan penetrasi. Pada beberapa wanita cairan pelumas yang dikeluarkan bisa terlalu banyak sehingga keluar dari vagina

    ·        Cairan sperma yang mengenai daerah vagina: jika ejakulasi di luar tapi tidak sengaja cairan sperma mengenai daerah vagina

    ·        Keputihan: jika keputihan normal, lendir bisa berwarna putih atau bening, tidak berbau, tidak gatal, tidak nyeri. Jika berubah warna, berbau, dan disertai dengan nyeri atau gatal maka merupakan keputihan yang tidak normal

     

     Jika cairan yang keluar berwarna jernih, tiak berbau aneh dan tidak menimbulkan gatal maka cairan vagina tersebut adalah cairan vagina yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika cairan berubah warna menjadi putih kekuningan / hijau disertai bau yang amis dan menimbulkan keluhan seperti gatal, nyeri dll maka cairan vagina telah berubah menjadi abnormal.

     

    Oleh Karena itu agar dapat menentukan pengobatan yang tepat terhadap kondisi yang anda alami perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyebab, lalu dilakukan tatalaksana terhadap penyebabnya. Oleh karena itu kami menyarankan sebaiknya anda bertemu dengan tenaga medis terutama dokter spesialis kandungan. Dokter akan melakukan wawancara medis untuk menanyakan secara detail gejala yang anda alami, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaaan darah lengkap untuk memastikan penyebab pasti keluhan yang anda alami.  

     

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk mengatasi keluhan anda.

                             

    Salam,

    dr. Radhianie Djan, BMedSc