Tanya Dokter

  • Cedera retak di kaki yang disinyalir tidak bisa diobati

  •  Ida Prayanti
    Anggota

    dok saya mau tanya,, kaki sehabis oprasi oktober 2014, terus kemarin lagi mengalami jatuh di kaki yang sama, kata dokter itu tidak bisa diobati karena sudah pernah oprasi dan kakinya retak ke atas dan harus jalan agak pincang selamanya, apa itu benar dok?

    Ida Prayanti  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Ida, Patah tulang atau dalam istilah medis disebut fraktur merupakan kondisi dimana terdapat diskontinuitas jaringan tulang. Penentuan diagnosis patah tulang ditegakkan berdasar jenis patah tulang, yaitu :

    • patah tulang tertutup (tidak ada hubungan antara tulang dengan dunia luar) --> rontgen tulang
    • patah tulang terbuka (terdapat hubungan antara tulang dengan dunia luar) --> penemuan fragmen/ pecahan tulang melalui pemeriksaan fisik, terdapat suara krepitasi pada pemeriksaan fisik, dan melalui rontgen tulang
    Penyembuhan patah tulang berbeda-beda untuk masing-masing tulang dan masing-masing individu karena dipengaruhi banyak faktor. Penyembuhan patah tulang kecil (seperti jari tangan, jari kaki) membutuhkan waktu sekitar 1 - 2 bulan. Namun, untuk patah tulang besar (seperti tulang paha, tuang kering) membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Selama masa penyembuhan, dianjurkan tulang yang patah tidak digerak-gerakkan karena penyembuhan bisa tidak sempurna. Mengenai apa yang Anda alami benar adalah patah tulang atau tidak, lalu apakah tidak dapat menyembuh, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi/ tulang yang memeriksa Anda karena untuk menentukannya diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Beberapa anjuran untuk patah tulang:
    • segera periksakan diri ke dokter spesialis ortopedi
    • hindari menggerak-gerakan tulang yang patah
    • istirahatkan tulang yang patah (demikian juga dengan sendi sebelum dan sesudah tulang tersebut)
    • bila nyeri, Anda dapat mengkonsumsi antinyeri ringan yang dijual bebas seperti parasetamol
    Demikian, semoga membantu dr. Rico Novyanto