Tanya Dokter

  • Kangker otak

  •  Shin Kamiya
    Anggota

    Apakah kangker otak benar benar tidak bisa disembuhkan ?

    Hai, Keberhasilan pengobatan kanker otak sangat tergantung pada stadium penyakit dan jenis/tipe selnya. Sebelumnya perlu dibedakan terlebih dahulu antara tumor otak dan kanker otak. Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel di otak yang tidak wajar, namun tidak semua tumor bersifat ganas sehingga dapat dikategorikan sebagai kanker. Kanker otak adalah tumor otak yang bersifat ganas dan menyebar dengan cepat ke bagian lain. Tingkat keganasan tumor tergantung pada kecepatan pertumbuhan dan kemungkinan penyebarannya. Tingkat keganasan tumor dapat dibagi menjadi 4 stadium:

    • Stadium 1 dan 2 umumnya bersifat jinak sehingga termasuk tumor jinak
    • Stadium 3 dan 4 bersifat ganas dan disebut kanker
    Gejala kanker otak meliputi:
    • Sakit kepala
    • Kejang-kejang
    • Muntah
    • Kesulitan berbicara
    • Cenderung mengantuk
    • dll
    Secara garis besar kanker otak dibedakan menjadi 2:
    1. Kanker otak primer (berasal dari otak)
    2. Kanker otak sekunder (berasal dari bagian tubuh lain dan menyebar ke otak)
    Pada kanker otak primer keberhasilan pengobatan yang dilakukan sangat dipengaruhi oleh faktor berikut:
    • Tipe sel atau jenis sel yang menjadi tumor
    • Letak tumor di dalam otak
    • Kondisi kesehatan penderitanya secara umum
    Pengobatan pada kanker otak meliputi:
    • Pembedahan/operasi untuk pengangkatan tumor
    • Kemoterapi, yaitu obat-obatan yang diberikan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat dapat diberikan dalam bentukan suntikan, infus, tablet maupun implan.
    • Radioterapi, yaitu penyinaran dengan radiasi untuk membunuh sel kanker
    • Perawatan paliatif untuk mengurangi gejala, misalnya pemberian obat pereda nyeri, anti mual, pencegah kejang dan lainnya.
    Pengobatan kanker otak menjadi tantangan tersendiri dan memerlukan penanganan secara khusus dan holistik/menyeluruh. Dibutuhkan kontrol secara rutin dan kerjasama yang baik antara Dokter dengan pasien. Penjelasan selengkapnya dapat dibaca pada laman artikel berikut ini: Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman