Tanya Dokter

  • pengobatan kanker rahim selain kemoterapi

  •  Farida Tina
    Anggota

    sy ibu beranak 1 usia sy 37th sy di diagnosa susp ptg dan menurut dokter hrs di kemoterapi.tetapi sy takut menjalani nya pertanyaanya ada cr lain kah selain kemoterapi.terima kasih

    Hai,   Jika yang Anda maksud dengan ptg adalah Penyakit Trofoblas Ganas, maka terapi bisa dibagi menjadi 2  yaitu :

    1. Operasi -->  kuret  dan  histerektomi ( pengangkatan rahim)
    2. Kemoterapi.
    Kuret dilakukan untuk mengeluarkan jaringan abnormal yang ada di rahim pada kehamilan mola dan jika pasien masih ingin memiliki anak. Histerektomi dipertimbangkan bila ukuran tumor sangat besar, mengurangi resiko kekambuhan, atau tipe tumor yang mengarah keganasan. Angka kesembuhan PTG sangat baik dengan melakukan kemoterapi. Dan sama seperti penyakit keganasan pada umumnya sebaiknya tidak ditunda terlalu lama agar penyakit ini tidak menyebar dan menimbulkan komplikasi.   Penyakit trofoblas ganas adalah salah satu penyakit yang timbul pada wanita dan berhubungan erat dengan kehamilan. Biasanya angka kejadian terjadinya PTG lebih tinggi pada wanita yang pernah mengalami hamil anggur (mola hidatidosa) dan wanita diatas 35 tahun. PTG terjadi bila jaringan mola yang merupakan jaringan abnormal tetap berada dalam rahim dan tumbuh  dalam badan rahim dan menyebar seperti sel kanker. Hal ini akan ditandai dengan kadar HcG ( hormon kehamilan)  menetap bahkan meningkat setelah akhir kehamilan. Gejala PTG adalah :
    1. Perdarahan yang tidak berhenti sesudah pengakhiran suatu kehamilan terutama hamil mola.
    2. Rahim masih terasa besar bahkan setelah pengakhiran suatu kehamilan.
    3. Kadar HcG yang terus menetap bahkan meningkat dalam urin setelah pengakhiran hamil mola.
    Faktor resiko terjadinya PTG adalah :
    1. Usia >35 tahun
    2. Memiliki riwayat hamil mola
    3. riwayat hamil mola pada keluarga
    4. kekurangan vitamin A
    5. riwayat kehamilan sering (>5)
    Karena PTG sangat erat berkaitan dengan hamil anggur maka pada kasus kehamilan Anggur harus dilakukan pengawasan kadar HcG selama setahun secara berkala setelah pengakhiran kehamilan dilakukan . Pemeriksaan bisa berupa tes urin dan darah untuk melihat kadar HcG. Dan juga foto rontgen dan USG untuk melihat ada atau tidak penyebaran/ metastase ke paru dll. Pengawasan dilakukan hingga kadar HcG negatif / tidak terdeteksi. Pada pasien yang memiliki riwayat  mola hidatidosa sebaiknya tidak merencanakan kehamilan hingga 6 bulan setelah dinyatakan kadar HcG yang normal. Pengobatan yang dini pada PTG memperbesar kesembuhan seseorang tanpa mengganggu fungsi fertilitas/ kesuburannya. Semoga bermanfaat.   dr. Yusi