Tanya Dokter

  • kanker usus stdium 3B

  • slmt mlm Dokter.dok mau tanya mama sy setelah operasi.di suruh kemo namun 1 kali kemo urat tagan mama berwarna kehitam,kuku tagan dan kaki juga Dokter...dan sekarang udah 3 x kemo. Dokter,mohon penjelasan y ... ???

    Selamat siang, <span style="line-height: 1.5;">Kemungkinan keluhan tersebut disebabkan oleh efek samping obat kanker yang diberikan selama proses kemoterapi tetapi u</span>ntuk dapat mengetahui pasti kondisi yang di alami oleh ibu Anda sebaiknya lakukan konsultasi langsung ke dokter yang menanganinya sehingga dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan dengan tepat. Kemoterapi adalah tindakan pengobatan yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kanker. Tujuan pemberian kemoterapi adalah untuk membunuh dan mencegah perkembangan sel-sel kanker. Obat yang dipakai dalam kemoterapi disebut sebagai obat kanker yang diberikan melalui pembuluh darah (infus), suntikan (injeksi) atau ditelan dalam bentuk kapsul/pil (oral). Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang mempengaruhi seluruh tubuh dan obat kanker yang digunakan untuk membunuh sel kanker tersebut tidak dapat dapat membedakan sel yang berbahaya dan sel normal tubuh oleh karena itu kemoterapi dapat menimbulkan banyak efek samping. Efek samping akibat kemoterapi dapat terjadi jangka pendek, jangka panjang atau bahkan permanen, tingkat keparahannya tergantung dari jenis obat yang diberikan serta kesehatan pasien. Efek samping yang dapat terjadi akibat kemoterapi antara lain:

    • Kerontokan rambut
    • Mual dan muntah
    • Mudah lelah
    • Nafsu makan menurun
    • Diare atau konstipasi
    • Masalah kulit seperti ruam kulit dan kulit kering
    • Anemia
    • Mudah terjadi perdarahan seperti misisan, memar, gusi berdarah akibat dari menurunnya keping darah (trombosit)
    • Gairah seksual menurun
    Pada umumnya efek samping akan hilang setelah pengobatan selesai/dihentikan. Anda dapat membaca artikel terkait untuk informasi lebih lengkap: Perawatan kemoterapi dan efek sampingnya Semoga membantu, dr. Rievia