Tanya Dokter

  • Kapalan ditelapak kaki

  • Dok saya mau nanya kn kaki sya ada kapalan sedikit dibagian telapak kaki,terus klo buat jalan seperti ada yg mengganjal jdi sya cupilin sedikit sedikit, lama-lama ada yg saya cupil dan itu menimbulkan lubang kecil. Tpi ttep masih terasa ada yang mengganjal klo buat jalan.. Lama" bisa ketutup lagi ngga lubang kecil itu dok? Itu baiknya gmna y dok? Haruskah periksa kedokter kulit?

    Hai Mahfiatun,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Kapalan (callus) terbentuk karena gesekan yang berlebihan sehingga menyebabkan kulit menjadi menebal dan mengeras. Jika penebalan ini sangat signifikan, maka tentu penderitanya akan merasakan sensasi tidak nyaman, bisa berupa rasa mengganjal, nyeri, atau bahkan memicu luka dan kulit pecah-pecah.

    Kebiasaan mencungkil kapalan sebaiknya Anda hentikan karena bisa menyebabkan kulit menjadi luka. Hal inilah kemungkinan yang memicu lubang kecil di kaki Anda. Apabila penanganan yang diberikan tidak adekuat, maka luka di kulit ini bisa menjadi celah untuk masuknya mikroorganisma patogen (penyebab infeksi). Jika sudah demikian, kulit bisa menjadi bengkak, kemerahan, nyeri, dan bahkan mengeluarkan cairan atau nanah. Pada kondisi ini, penanganan tentu akan lebih sulit dilakukan.

    Sebaiknya, Anda memeriksakan langsung kondisi Anda ke dokter. Anda bisa memeriksakannya ke dokter umum terlebih dulu atau langsung ke dokter spesialis kulit. Untuk mengatasi kapalan yang cukup berat, umumnya dokter dapat melakukan langkah berikut:

    • Pemotongan kulit yang keras (bedah minor)
    • Memberikan plester asam salisilat
    • Mengoleskan salep antibiotik
    • Memberikan alas kaki khusus (jika ada kelainan bentuk kaki yang memicu kapalan), dan sebagainya

    Sementara itu, Anda sebaiknya rajin membersihkan kaki dengan mencucinya secara teratur setiap akan atau habis keluar rumah. Pilih alas kaki yang nyaman, bersih, kering, dan menyerap keringat Anda. Pastikan juga alas kaki yang anak Anda gunakan fit dengan ukuran kaki-kakinya.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah