Tanya Dokter

  • Kapan waktu yang tepat test HIV?

  •  julyinsaf
    Anggota

    Malam Dok. Saya laki-laki pecinta sesama jenis. Sejak 2009 hingga kini saya sering bergonta-ganti teman bercinta, tapi tidak pernah komitmen, just one night stand alias cinta satu malam. Tidak pernah anal sex (menganal ataupun dianal - pernah dua kali mau coba menganal, kepala si otong sudah menyentuh as* hol*, tapi urung soalnya sakit), jjadi so far hanya sebatas ciuman, pelukan, dan oral sex (mengoral dan dioral - belum pernah menelan sperma lawan bercinta). Terakhir mengoral dan dioral sampai ejakulasi (di luar mulut) adalah tgl 12 Juli 2017. Sedangkan dioral baru sore tadi, 11 Agustus 2017. Sejauh ini saya tidak merasakan gejala terpapar HIV seperti yang telah dibahas di web Alo Dokter ini. Tapi saya tetap khawatir dengan hal tersebut. Apalagi rencananya tahun 2018 saya ingin menikah dengan seorang perempuan, walaupun calonnya belum ada, hehee. Pertanyaannya adalah, dari apa yang saya ceritakan di atas, apakah saya termasuk yang beresiko hingga harus melakukan tes HIV? Dan dari tanggal yang saya sebutkan di atas, sebaiknya kapan saya harus melakukan tes HIV? Karena saya pernah baca kalau ingin melakukan tes HIV harus menunggu beberapa waktu setelah melakukan tindakan beresiko. Terima kasih, Dok. Maaf tulisannya agak panjang.

    Halo,

    HIV dapat disebabkan karena :

    • Pelaksanaan hubungan seks yang tidak aman
    • Penularan ibu ke anak
    • Berganti jarum suntik
    • Seks oral
    • Transfusi darah dari penderita
    • Memakai alat bantu seks secara bergantian

    Orang-orang yang memiliki risiko untuk terkena HIV adalah Pengguna narkotika suntik (panasun); Orang yang membuat tato atau melakukan tindik; Orang yang tinggal di daerah-daerah dengan angka HIV tinggi, Orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom (sesama jenis ataupun heteroseksual); dll

    Memang benar, pelaksanaan tes deteksi HIV harus dilakukan setelah terjadi tindakan berisiko. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melalui tes darah untuk deteksi HIV. Tes ini dilakukan untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Pelaksanaan tes HIV mungkin akan diulang satu hingga tiga bulan setelah seseorang melakukan aktivitas yang dicurigai bisa membuatnya tertular virus HIV.

    Beberapa tes untuk mendeteksi HIV:

    • Tes standar: dilakukan dalam 1 -6 bulan setelah melakukan tindakan berisiko
    • Tes antibodi cepat: tes ini dilakukan kurang lebih 1 bulan setelah tindakan berisiko
    • Tes antigen: pemeriksaan dilakukan 14 hari setelah tindakan berisiko, dengan melihat antigen HIV dalam tubuh

    Untuk mencegah tertularnya HIV, beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Gunakan kondom saat berhubungan intim
    • Pastikan jarum suntik steril
    • Konsumsi obat truvada
    • Gunakan pelumas saat berhubungan
    • Terapkan pola hidup sehat seperti olahraga rutin dan istirahat cukup
    • Konsultasi ke dokter, terlebih jika muncul gejala-gejala seperti demam tinggi, berat badan menurun, rentan sakit, dan lainnya

    Semoga membantu,

    dr. Theresia